MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia berupaya berkoordinasi dengan otoritas China dalam upaya menangani kasus penculikan warga negara Indonesia (WNI) kru kapal ikan yang dilakukan bajak laut di perairan Gabon Afrika.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menjelaskan upaya menggandeng China ini karena ada 5 warga negeri tirai bambu itu yang juga menjadi korban penculikan bajak laut.
“Kami memantau terus perkembangannya, dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China,” kata Sugiono, kepada media di Jakarta, Rabu (14/1).
Baca juga:
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal
Menlu menambahkan masih terus berupaya mencari tahu kondisi WNI yang masih ditahan bajak laut. “Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” tandasnya.
KBRI Yaounde di Garis DepanSementara itu, Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan KBRI Yaounde telah berkoordinasi dengan otoritas Gabon untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik.
“Kemenlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” imbuh pejabat Kemenlu itu, dilansir Antara
KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi untuk memastikan hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI maupun keluarganya tetap dilaksanakan oleh pihak penanggung jawab.
Baca juga:
Kronologis ABK WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kapal Disergap Dini Hari
Kronologis Pembajakan KapalKapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang kelompok bersenjata di perairan Gabon, Afrika Tengah, pada Sabtu dini hari (10/1) waktu setempat. Insiden ini berujung pada penculikan sembilan awak kapal, termasuk empat WNI.
Kapal yang tengah beroperasi sekitar 7 mil laut tenggara Equata mendadak disergap oleh tiga orang bersenjata api. Mereka naik ke atas kapal dengan beringas dan melakukan aksi penculikan secara acak.
Dalam insiden ini tiga ABK lainnya berhasil lolos, termasuk dua WNI. ABK yang selamat bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas Gabon, yang kemudian mengawal kapal sampai ke Libreville, ibu kota Gabon. (*)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)



