Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur yang sudah beroperasi baru mencapai 11,7 persen atau 997 koperasi dari total 8.494 koperasi dalam satu provinsi.
Ratusan koperasi tersebut saat ini telah mengelola 1.294 unit usaha mulai dari sembako, simpan pinjam, hingga pergudangan yang tersebar di berbagai daerah.
Endy Alim Abdi Nusa Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menyebut, jumlah koperasi yang baru beroperasi saat ini masih jauh dari target kementerian.
“Tahun ini diharapkan target dari Kementerian Koperasi sendiri kalau bisa 100 persen berjalan,” ujar Endy dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Ada berbagai faktor yang menjadi kendala mengapa baru 11,7 koperasi di Jatim yang beroperasi. Endy menyebut, salah satu persoalan utamanya adalah minimnya ketersediaan lahan.
Endy menjelaskan untuk satu koperasi membutuhkan lahan minimal sekitar 1.000 meter persegi supaya bisa menjalankan operasional sesuai kebutuhan.
“Ini yang memang agak berat karena kendalanya adalah beberapa kabupaten kota itu punya desa-desa yang tidak memiliki tanah aset,” ucapnya.
Selain itu di beberapa desa wilayah pegunungan seperti Pasuruan dan Probolinggo juga kerap menemui kesulitan mendapatkan tanah dengan kontur yang rata. Hal itu sesuai dengan prosedur pendirian koperasi.
“Yang kedua, daerah yang kondisinya konturnya tidak datar. Misalnya di daerah Pasuruan, Probolinggo, itu yang pegunungan- susah mencari lahan yang datar,” tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut dan memenuhi target dari kementerian, Endy menyebut pemerintah provinsi akan terus melakukan pendataan aset milik pemerintah daerah untuk difungsikan sebagai koperasi.
Dia mengaku sudah mengantongi data aset pemerintah daerah namun masih perlu dikonfirmasi ulang untuk memperjelas statusnya.
Nantinya aset tersebut akan dipinjam pakaikan untuk operasional koperasi dengan tarif sewa nol rupiah.
“Yang penting kita akan perjelas status-status koperasi-koperasi tersebut supaya itu bisa siap bangun dan nantinya ke depan tidak akan ada masalah,” ungkapnya.
Kemudian untuk pengembangan koperasi yang sudah berjalan, Pemprov Jatim mencatat terdapat 6.867 lokasi lahan yang telah terdata untuk pembangunan gerai dan gudang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 4.295 titik dinyatakan siap bangun berdasarkan pendataan bersama Kodam V/Brawijaya.
“Sekitar 4.200 titik direncanakan dibangun gudang dan gerai. Di dalamnya akan ada toko sembako, apotek, hingga klinik,” ujar Endy.(wld/ham/rid)



