ANTM Pastikan Isu Ratusan Pekerja Terjebak di Tambang Bogor Hoaks, Ini Penjelasannya

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menegaskan video yang menarasikan ledakan di tambang Antam di Pongkor yang membuat ratusan pekerja terjebak adalah hoaks.

ANTM menegaskan video yang menarasikan ledakan di tambang Antam di Pongkor yang membuat ratusan pekerja terjebak adalah hoaks. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menegaskan video yang menarasikan ledakan di tambang Antam di Pongkor yang membuat ratusan pekerja terjebak adalah tidak benar alias hoaks.

Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menjelaskan video yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah. Penanganan tersebut telah diantisipasi dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan serta standar operasional perusahaan.

Baca Juga:
Antam (ANTM) Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek, Intip Detailnya

"Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja," ujar Wisnu saat dikonfirmasi IDXChannel, Rabu (14/1/2026).

Wisnu memastikan, kegiatan tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam. Di samping itu, seluruh aktivitas operasional perusahaan tetap berjalan normal dan berada dalam kondisi terkendali.

Baca Juga:
Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600

"Antam memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang," katanya.

Menurut Wisnu, perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan kaidah pertambangan yang baik atau good mining practice. Antam juga terus berkoordinasi dengan aparat dan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

"Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," ujarnya.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
1 dari 7 Pemain Naturalisasi Palsu Timnas Malaysia Mempertimbangkan Untuk Pensiun Dini
• 17 jam lalubola.com
thumb
Tembok Pembatas TPS di Pasar Induk Kramat Jati Jebol, Warga Keluhkan Bau Sampah | KOMPAS SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar, Sutiyoso: Saya Lega
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Dicaplok Perusahaan Korsel, Sampoerna Agro (SGRO) Ganti Nama Jadi Prime Agri Resources
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Liga Desa 2026 Berakhir, Menteri Yandri Apresiasi Talenta Muda
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.