YSPN Perkuat Program Ketahanan Pangan Berkelanjutan dengan Distribusi 4 Ton Beras di Buleleng

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) melanjutkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada berkelanjutanmelalui kunjungan kerja ke Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Self Sufficient Indonesian Food Foundation, sebuah inisiatif YSPN yang berfokus pada penguatan edukasi, produksi, dan kemandirian pangan berbasis komunitas dan sekolah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, YSPN menyalurkan bantuan pangan berupa 4 ton beras kepada siswa sekolah yang membutuhkan, sekaligus mendukung penguatan produksi pangan lokal. Bantuan disalurkan kepada siswa/i di SDN 3 Banjar Jawa, SMPN 1 Singaraja, SMAN 1 Singaraja, dan SMKN 3 Singaraja, dengan alokasi 5 kilogram beras per siswa sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan pangan dasar.

Selain bantuan beras, YSPN juga menyalurkan benih padi dan pupuk formula untuk mendukung penanaman di lahan seluas 1 hektar di Bali. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah awal untuk memperkuat ekosistem pangan lokal melalui produksi dan pemberdayaan swasembada berkelanjutan.

Siswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diperkenalkan pada proses menanam, merawat, dan memahami pangan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Yayasan watantra Pangan Nusantara (YSPN) yang diketuai oleh Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., CGRE, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada berkelanjutan.

Sinergi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif jangka panjang. YSPN bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng mengembangkan program berbasis sekolah melalui gerakan “satu anak, satu polybag”, yang melibatkan siswa secara langsung dalam praktik menanam sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian dan tanggung jawab. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran pangan sejak usia dini serta memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai wilayah di Bali dan Indonesia.

Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, S.IP., Ketua Pengurus YSPN menjelaskan bahwa "Pertanian hari ini tidak hanya soal menanam, tetapi juga inovasi dan edukasi yang berkelanjutan. YSPN mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai sektor produktif dan relevan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Buleleng menjadi salah satu wilayah penting karena komitmennya di sektor pertanian, dan model ini akan terus dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia."


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Sempurna Dua Wakil Indonesia di Hari Pertama India Open 2026
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Cerita Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Nonton Persib Vs Persija di TV: Sangat Panas dan Penuh Gairah
• 23 jam lalubola.com
thumb
Upaya Damai Ditolak Mentah-mentah, Inara Rusli Tetap Ingin Bertemu dengan Wardatina Mawa
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Menlu Sugiono: Berani dan Hadir, Prinsip Indonesia Dukung Palestina
• 10 menit laluidntimes.com
thumb
Pelajar Ditemukan Gantung Diri di Kandang Ayam
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.