Anggota DPR Tegur Menteri KKP gegara ke Aceh Tak Kabari Mitra

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Teuku Abdul Khalid, menegur Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, lantaran saat berada di Aceh tak memberikan kabar ke mitra. Abdul Khalid merasa dirinya tak dihargai.

Hal itu disampaikan Abdul Khalid dalam Rapat Kerja dengan mitra Komisi IV DPR seperti Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan hingga Menteri KKP terkait bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut. Khalid mengatakan saat Menteri KKP tiba di Aceh, pihaknya justru tak dikabari.

"Menyangkut dengan perikanan, perikanan Pak Menteri, mungkin Bapak kemarin turun, saya lihat di media. Saya juga di Aceh, tapi Bapak juga nggak kasih tahu saya sehingga saya juga tidak tahu Bapak di mana. Kemudian saya lihat Bapak turun, Alhamdulillah, memang banyak komplain yang terjadi. Kenapa? Karena dianggap saya adalah orang di Komisi IV, mohon maaf sekali lagi, ini saya masuk. Tolong hargai kami dikit," kata Khalid dalam rapat ini, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Menhut Sebut Kayu Bencana Sumatera Bisa Dipakai Warga Selama Bukan Komersial

Abdul Khalid merasa tak dihargai lantaran Menteri KKP tak memberitahu kehadirannya di Aceh. Ia berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali.

"Tolong hargai kami. Waktu turun ngomong saja, apa salahnya? Masa turun Menteri di sana, kami kayak kucing kurap, ditanya masyarakat, kami nggak tahu jawab? Saya mohon dan perlu dipahami, kami mitra, kalau Bapak rusak, kami rusak," ujar Khalid.

"Di saat Bapak kasih bantuan, kasih kami, mungkin kami juga ikut viral seperti tim-tim Bapak. Di saat Bapak, bagus di lapangan, kami bangga sebagai mitra. Tolong, Ilham (anggota Komisi IV DPR) telepon saya, Jamal telepon saya 'Pak Ketua tahu?' nggak tahu saya juga," sambungnya.

Ia menyebut sudah lima tahun lebih sebagai anggota Komisi IV DPR RI. Khalid mengatakan teguran yang diberikan supaya kejadian ini tak terulang kembali.

"Jadi mohon ini, jadi jangan kita hal-hal begini kita tegur. Maka hari ini, sebenarnya Bu Ketua, saya mohon kemarin rapat diadakan ini, agar tidak semakin melebar di lapangan. Banyak hal yang harus kita selesaikan. Kebersamaan itu penting, maka oleh karenanya sekali lagi, saya minta kepada semua kementerian, hargai mitra," ucapnya.

Legislator Gerindra ini merasa tak dihargai karena kejadian itu. Ia meyebut jika dikabari oleh mitra maka anggota DPR tak merasa kecil hati justru bangga.

"Percaya itu, tidak munafik ini. Maka oleh karenanya, tolong bisa turun sampaikan, beritahukan, agar kita bisa membantu. Walaupun mungkin boleh, 'Eh kami turun, tapi kalian nggak boleh datang'. Boleh!" ujar Khalid.

"Minimal kami waktu ditanya, 'Ya ada Pak Menteri kami di sini'. Satu kebanggaan bagi kami. Tolong hargai itu," tambahnya.

Baca juga: KKP Terjunkan 1.142 Taruna Percepat Rehabilitasi Pasca-Bencana Sumatera

Dalam kesempatan yang sama, Sakti Trenggono, menyampaikan permohonan maaf. Ia mengaku saat itu dalam posisi darurat.

"Pada saat kejadian hari kedua, kami langsung, terus terang, sekali lagi saya mohon maaf kepada Pak Khalid kalau kami tidak berkoordinasi dengan teman-teman yang ada di Aceh karena kami juga panik sejujurnya," ungkap Trenggono.

Ia menyebut banyak program yang berhubungan dengan Kementerian KP di Aceh yang terdampak bencana itu. Trenggono pun menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.

"Kenapa panik? Kami sedang membangun kampung nelayan, kami sedang merencanakan banyak hal di sana. Hari kedua Pak, kami mengirimkan seluruh armada. Totalnya itu sudah 250 ton. Ada baju, ada makanan, dan seterusnya," ujar Trenggono.

"Bahkan kami ditelpon oleh Pak Seskab untuk diingatkan 'Aceh Tamiang belum bisa ditembus'. Kami lah, mohon izin, mohon maaf, bukan narsis, tapi kami yang pertama yang bisa tembus ke Aceh Tamiang. Sekali lagi kami memohon maaf tidak memberi kabar soal itu," imbuhnya.




(dwr/azh)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jateng petakan swasembada pangan 2026
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Satu Kaki City Menapak Final, Semenyo Sumbang Gol ke Gawang Newcastle
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Saham MEDC hingga ENRG Menguat di Tengah Reli Harga Minyak
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Penutupan TPA Suwung di Bali Kembali Ditunda
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Frasa “Memperkaya” dan “Menguntungkan” dalam KUHP Baru Diuji ke MK karena Dinilai Timbulkan Ketidakpastian Hukum
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.