JAKARTA, KOMPAS.com – Pengungsi banjir RW 03 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mulai kembali ke rumah masing-masing, Rabu (14/1/2026).
Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 03 Tegal Alur, Achmad mengatakan bahwa banjir di Tegal Alur sudah surut.
"Alhamdulillah hari ini sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Achmad saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
Menurut Achmad, banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga mulai surut sejak Selasa (13/1/2026) malam.
Baca juga: Derita Pengungsi Banjir Tegal Alur: Tidur Kedinginan di Lorong dan Kelaparan
Saat ini, jalanan perumahan warga sudah bisa dilalui meskipun masih becek dan menyisakan lumpur pascabanjir.
"Sebagian besar wilayah Tegal Alur surut kemarin malam, sekarang hanya tinggal becek sedikit saja di jalanan perumahan warga," jelasnya.
Selain di permukiman, debit air di Kali Semongol yang melintasi permukiman warga RW 03 juga terpantau menurun.
"Ketinggian air di Kali Semongol juga sudah mulai surut," kata dia.
Berharap Cuaca Bersahabat
Meski telah kembali ke rumah, warga masih dihantui rasa waswas akan kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca yang belum menentu.
Achmad menuturkan, harapan warga saat ini adalah langit cerah agar mereka bisa fokus membersihkan rumah yang sempat terendam.
"Ya warga sekarang berdoa saja semoga tidak hujan dan banjir lagi, biar bisa membersihkan rumah dan ditinggali lagi," tuturnya.
Baca juga: Pengungsi Banjir Tegal Alur Alami Batuk dan Gatal-gatal
Sebagai langkah jangka panjang agar warga tidak terus-menerus menjadi korban banjir tahunan, warga mendesak adanya pengerjaan infrastruktur pengendali banjir di aliran kali.
"Harapannya sih ke depannya semoga ada normalisasi dan pembangunan sheet pile (turap beton) lah di Kali Semongol dan Kali Makam TPU," ungkap Achmad.
Selain itu, Achmad juga mengingatkan pentingnya perbaikan drainase di lingkungan warga serta perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan.
"Jika hal tersebut (sheet pile dan normalisasi) dilakukan, tinggal perbaikan saluran utilitas warga dan pemahaman warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, termasuk dalam saluran air, supaya meminimalisir banjir," tutur Achmad.