PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 568,4 miliar pada 2026.
Direktur Utama PELNI Logistics, Sukendra, memproyeksikan komposisi beban usaha pada tahun ini sekitar Rp 411 miliar.
Sementara itu beban overhead Rp 111 miliar, laba bersih usaha Rp 44 miliar, serta pajak penghasilan sebesar Rp 12 miliar.
“Laba bersih usaha (Rp) 44 miliar, dan pajak pendapatan (Rp) 12 miliar,” kata Sukendra dalam gelaran Media Briefing di Greyhound Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (14/1).
Selain itu, laba konsolidasi perusahaan ditargetkan dapat mencapai Rp 34,6 miliar pada 2026. Laba tersebut berasal dari pembagian kontribusi tiap lini usaha, yakni sekitar Rp 3,5 miliar dari anak usaha PT Sarana Bandara Indotrading (SBI), Rp 12 miliar dari PT Sarana Bandara Logistik (SBL), serta Rp 19 miliar yang berasal dari PELNI Logistics sendiri sebagai induk usaha.
“Sehingga laba konsolidasi (sekitar) Rp 34 miliar,” lanjutnya.
Pengadaan Kontainer
Kemudian dari sisi investasi, perusahaan menyiapkan belanja modal sekitar Rp 13 miliar pada 2026. Sebagian dana Rp 6 miliar akan digunakan untuk pengadaan kontainer, sementara sisanya dialokasikan untuk penambahan armada truk angkutan (trucking).
“Trucking itu yang lebih prioritas di daerah-daerah terpencil. Kalau di Jakarta, nggak usah khawatir. Kurang truk, tinggal telepon teman. Banyak sewanya. Tapi kalau di daerah, nggak bisa,” tutur Sukendra.
Sukendra menambahkan, PELNI Logistics kini menggunakan sekitar 85 kapal PELNI yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk memperkuat layanan, perusahaan juga berencana menambah hingga 100 unit kontainer pada 2026, terutama untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang di kawasan Indonesia timur.
“Nah, karena itu, PELNI Logistics dipercayakan untuk menambah alat produksi untuk bisa mengakomodir kebutuhan UMKM atau pengusaha di daerah,” ucap Sukendra.
Dalam paparan Sukendra, secara operasional PELNI Logistics membidik peningkatan volume angkutan baik pada segmen captive maupun non-captive. Untuk produksi captive melalui kapal penumpang, perusahaan menargetkan pengangkutan peti kemas sebanyak 20.462 Twenty-Foot Equivalent Units (TEUs), general cargo 56.352 ton/m³, serta kendaraan 11.771 unit. Sementara melalui kapal tol laut, target angkutan kontainer mencapai 30.852 TEUs dan angkutan ternak sebanyak 12.000 ekor.
Pada segmen non-captive dan angkutan darat, PELNI Logistics memproyeksikan volume kontainer sebesar 5.168 TEUs dan general cargo 370.720 ton/m³, serta distribusi kendaraan dan ternak. Aktivitas depo juga ditargetkan tumbuh, dengan volume peti kemas di Jakarta 4.321 TEUs, Surabaya 9.216 TEUs, dan Bitung 3.475 TEUs.



