Gresik (beritajatim.com) – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution tetap mempertahankan jargon “Spartan” demi meningkatkan pelayanan masyarakat. Alumnus Akpol 2007 ini juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk memaksimalkan pelayanan publik.
Jargon Spartan merupakan akronim dari Sinergitas, Presisi, Amanah, Rukun, Teladan, Aman, dan Nyaman. Adanya jargon tersebut juga untuk memotivasi personel Polres Gresik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami siap melayani dengan sepenuh hati untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar AKBP Ramadhan Nasution, Rabu (14/1/2026).
Perwira menengah (Pamen) Polri ini juga menjelaskan akan meningkatkan pelayanan serta fasilitas untuk mendukung personelnya saat menjalankan tugas. Pelayanan seperti call center 110 terus dioptimalkan sebagai bentuk responsivitas terhadap laporan masyarakat terkait kehadiran Polri. “Layanan call center tersebut akan terus kami maksimalkan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” ungkapnya.
Mantan Kapolsek Menganti Gresik itu juga memprioritaskan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik.
Setelah resmi bertugas sebagai Kapolres Gresik, masih terdapat pekerjaan rumah (PR) berupa kasus menonjol yang belum diungkap. Salah satunya adalah kasus perampokan yang dialami karyawan SPBU dengan kerugian ratusan juta rupiah di Driyorejo yang hingga kini belum terungkap pelakunya. Selain itu, terdapat empat pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban baru-baru ini. (dny/kun)



