Aktivis Greenpeace Lapor ke Bareskrim Usai Diteror Bangkai Ayam Tanpa Kepala

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Climate and Energy Manager Greenpeace, Iqbal Damanik, menerima teror bangkai ayam tanpa kepala berisi ancaman. Ancaman dan teror itu dilaporkan ke Bareskrim Polri.

"Kami melaporkan teror yang saya terima. Jadi beberapa waktu lalu, 30 Desember, saya menerima kiriman bangkai ayam tanpa kepala dan ada satu tulisan kira-kira 'Jaga mulutmu kalau mau keluargamu aman'. Lalu kemudian 'Mulutmu harimaumu'," kata Iqbal kepada wartawan usai membuat laporan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Laporan polisi itu bernomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM/POLRI. Laporan mengenai dugaan tindak pidana pengancaman secara tertulis dan dengan syarat tertentu dalam Pasal 449 Ayat (2) KUHP UU Nomor 2 Tahun 2023.

Baca juga: Polda Metro Periksa 5 Saksi Terkait Teror ke DJ Donny

Iqbal menduga teror berkaitan dengan kampanye sebagai aktivis beberapa waktu belakangan. Iqbal berharap dengan adanya laporan ini, tidak ada lagi ketakutan para aktivis dan juga influencer dalam mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Kami menduga bahwa ini terkait dengan suara-suara aktivis yang dilakukan oleh saya dan beberapa aktivitas lainnya, termasuk kerja-kerja, campaign, kampanye yang dilakukan Green Peace selama ini. Dan kami menganggap ini tidak hanya sekadar menebar ketakutan pada orang-orang dan organisasi yang bersuara kritis untuk kebaikan bangsa dan negara ini sehingga kami mengambil inisiatif ini perlu dilaporkan kepada pihak kepolisian agar diambil langkah, sehingga tidak menjadi penebar ketakutan bagi para aktivis dan influencer," ujarnya.

Adapun barang bukti yang diserahkan yakni bangkai ayam tanpa kepala. Selain itu juga bukti ancaman tertulis baik melalui teror bangkai ayam maupun melalui media sosialnya.

"Kami menyerahkan ayam yang sudah mati beserta tulisan ancaman tadi," ucapnya.

Baca juga: Istana Minta Polisi Investigasi Kasus Teror ke Influencer

Selain itu, influencer sekaligus konten creator, Yanser, yang melaporkan teror yang diterimanya. Yanser mengaku mendapat teror melalui panggilan WhatsApp.

"Saya diteror juga karena saya ditelepon dengan melalui akun WhatsApp ibu saya. Jadi nomornya Ibu saya diambil, nomor adik saya juga diambil. Saya diancam jika saya tidak menghapus konten satu bulan belakangan yang membahas tentang Sumatera, maka akan ada hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi kepada saya dan keluarga saya," kata Yanser.

Yanser mengungkapkan foto adiknya yang diubah menjadi tak senonoh disebarluaskan melalui WhatsApp. Yanser menyebut hal itu terjadi lantaran dia sempat menolak ancaman untuk menghapus konten yang pernah diunggahnya mengenai bencana di Sumatera.




(dek/rfs)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mayoritas Warganet Bersikap Netral atas Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Berita Populer: Audi Ikut F1 Musim 2026; Transformasi Kia Indonesia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sesi Pound Fit Bikin teman kumparanWoman Ketagihan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Ekonomi Global Diyakini Tetap Tangguh Tapi Melambat Jadi 2,6% di 2026, Ini Alasannya..
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.