PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 pada 7 Januari 2026. Pencapaian swasembada beras yang diraih hanya dalam waktu satu tahun ini dinilai sebagai hasil kerja keras kolektif dan kekompakan kabinet dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target empat tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara saudara bekerja keras, saudara Bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang tadinya 4 tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara 1 tahun kita sudah swasembada,” ujar Presiden Prabowo, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, pemrakarsa 98 Resolution Network sekaligus Sekjend Persaudaraan 98, Eli Salomo Sinaga, menegaskan bahwa hasil ini adalah bukti nyata janji kampanye Prabowo-Gibran. Ia optimis tren positif ini akan berlanjut ke komoditas pangan lainnya melalui semangat “Together We Will Rise”.
Baca juga : TNI Harus Jadi Benteng Kedaulatan
Menurut Eli, keberhasilan ini didorong oleh kebijakan strategis seperti pembentukan Satuan Tugas Swasembda Pangan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 73 Tahun 2025. Langkah konkret di lapangan meliputi penurunan harga pupuk sebesar 20 persen dan lonjakan volume pupuk hingga 700 persen berkat pembangunan tujuh pabrik baru.
“Pemerintah juga bertindak tegas dengan mencabut 2.300 izin usaha sektor pertanian yang melanggar aturan dan menetapkan 192 tersangka dalam kasus pangan,” tegas Eli Salomo dalam keterangannya, Rabu (14/1).
Data menunjukkan dampak signifikan dari terobosan ini: ekspor pertanian melonjak 33 persen, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, dan peningkatan lahan pertanian sebesar 500 ribu hektar pada periode Oktober-Desember 2025. Selain itu, penetapan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kg oleh Presiden menjadi insentif vital bagi kesejahteraan petani.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional meningkat menjadi 4 juta ton dengan dukungan anggaran mencapai Rp39 Triliun guna memastikan swasembada pangan yang berkelanjutan. (P-3)





