Rusia: UE gunakan Iran untuk alihkan perhatian dari isu Greenland

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Para pejabat Uni Eropa sebagian besar mengalihkan fokus mereka ke protes di Iran untuk mengalihkan perhatian publik dari klaim Washington atas Greenland, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Rabu.

"Mengapa tidak memfokuskan semua upaya Anda sekarang pada Greenland? Tidakkah Anda berpikir bahwa situasi di Iran telah menjadi dalih yang nyaman bagi para pejabat Uni Eropa untuk mengalihkan perhatian rakyat mereka dari fakta bahwa sebuah pulau itu sedang direbut dari mereka?" kata Zakharova kepada stasiun radio Sputnik.

Isu Greenland seharusnya menjadi perhatian utama Brussel, meskipun saat ini bukan demikian, imbuhnya.

Juru bicara Kemlu Rusia itu memberikan saran ironis kepada para pejabat Uni Eropa yang kini menghadapi klaim AS atas Greenland, dengan mengatakan bahwa mereka harus mengingat kembali reaksi mereka sendiri terhadap peristiwa di Krimea pada 2014.

"Saya ingin menyarankan... untuk membantu mereka sekarang, kata-kata mereka sendiri dari 2014. Biarkan mereka melihat apa yang mereka katakan tentang situasi di sekitar Krimea. Ini akan sangat berguna bagi mereka untuk membangkitkan semangat mereka tentang topik Greenland," kata Zakharova.

Dia juga menyarankan agar para pejabat Uni Eropa bertanya pada diri sendiri mengapa situasi di negara lain lebih menjadi perhatian mereka daripada situasi di negara-negara anggota Uni Eropa.

Krimea dimasukkan ke dalam Rusia pada 2014 setelah kudeta di Kiev, setelah 96,77 persen penduduk semenanjung tersebut memilih mendukung langkah tersebut dalam sebuah referendum.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya secara strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau itu, dengan menyatakan bahwa mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kemampuannya untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Jerman mengkritik Rusia dan China karena mendukung Iran

Baca juga: Warga Greenland cemas atas wacana aneksasi Trump

Baca juga: China tanggapi keinginan AS yang sebut membutuhkan Greenland



Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sosok Kombes M Anwar Nasir Calon Jenderal Asal Palopo, Letting Brigjen Faizal di Akpol
• 2 jam lalutribuntimur.com
thumb
Soal Kasus Korupsi Pajak, Legislator: Ini Menyakitkan Perasaan Rakyat
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Arti Bersin Menurut Medis, Primbon Jawa, dan Pandangan Islam
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
India Open: Duel 3 Gim, Lanny/Tiwi Dikalahkan Wakil China
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Survei Litbang Kompas, 5 Generasi Tunjukkan Lebih Ingin Pilkada Langsung ketimbang Lewat DPRD
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.