SPBU Swasta Sudah Impor Bensin Awal 2026, Impor Solar Dihentikan Mulai Maret

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta telah melakukan impor bensin untuk kebutuhan awal tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026.

"Kalau yang awal tahun, sudah (impor). Sudah-sudah," ungkapnya menanggapi keluhan masyarakat terkait kekosongan BBM di sejumlah SPBU swasta.

Distribusi BBM Masih Berlangsung

Laode menjelaskan bahwa BBM hasil impor tersebut masih dalam tahap distribusi dan meminta masyarakat untuk tidak panik serta bersabar.

Ia menargetkan pasokan BBM di SPBU swasta akan kembali normal sebelum memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran.

"Kan berdekatan nih, Nataru (Natal dan Tahun Baru), lalu sebentar lagi Ramadhan dan Lebaran. Ini kami kejar," ia mengungkapkan.

Impor Solar Dihentikan, SPBU Swasta Wajib Serap Produksi Dalam Negeri

Terkait bahan bakar jenis solar, Laode meminta pengelola SPBU swasta segera melakukan negosiasi dengan Pertamina untuk memenuhi pasokan mereka.

Pemerintah menetapkan bahwa mulai Maret 2026 tidak akan ada lagi izin impor solar bagi SPBU swasta.

"Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

Kebijakan ini sesuai dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menegaskan bahwa impor solar untuk SPBU swasta dihentikan mulai 2026.

Jika masih terdapat kargo solar yang masuk pada Januari atau Februari, hal tersebut merupakan bagian dari sisa kuota impor tahun 2025.

"Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor," kata Laode.

RDMP Balikpapan Dukung Kemandirian Energi Nasional

Produksi solar dalam negeri akan dipasok dari Kilang Balikpapan yang telah direvitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Kilang Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, kini mampu memproses hingga 360 ribu barel per hari, naik dari kapasitas sebelumnya sebesar 260 ribu barel per hari.

Tambahan kapasitas ini setara dengan 22–25 persen dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan berperan penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Penghematan impor BBM diperkirakan mencapai Rp68 triliun per tahun, dan proyek ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar Rp514 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bursa Transfer Liga Italia: Gratisan Berkualitas! Juventus Siap Rekrut Bintang Bournemouth
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Digeruduk Laporan Warga Surabaya
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Tari Landhung Sambut Kapolres Situbondo Baru AKBP Bayu Anuwar Sidiqie
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Aizzudin Abdurrahman Sudah Diperiksa, KPK Punya Bukti Aliran Dana Kasus Haji ke Petinggi PBNU
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Bukan Rp100 Miliar, Biaya Pemotongan Tiang Monorel Rp254 Juta
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.