Jepang Tawarkan Program Magang dan Transfer Ilmu untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Delegasi Kamar Dagang Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, guna menawarkan program magang dan pelatihan bagi siswa SMK dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Delegasi Jepang Terkesan dengan Capaian MBG di Indonesia

Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menyampaikan kekagumannya terhadap pelaksanaan Program MBG yang disebutnya telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari.

"Jumlah tersebut hampir setengah dari populasi Jepang," ungkapnya saat mengunjungi dapur SPPG Pasir Putih, Depok.

Dalam kesempatan itu, Hayashi menyatakan ketertarikan Jepang untuk berbagi pengalaman melalui program transfer ilmu dan magang bagi siswa SMK serta pelatihan untuk Kepala SPPG.

"Jepang sendiri telah memulai program makan siang sekolah sejak 1889, atau lebih dari 137 tahun lalu," ia mengungkapkan.

Ia juga menilai bahwa standar operasional dan petunjuk teknis Program MBG di Indonesia sudah mendekati standar tinggi seperti di Jepang.

"Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman," tambahnya.

Kunjungan Jadi Momen Studi Banding dan Penguatan Kerja Sama

Kunjungan JCCI ke Indonesia merupakan bagian dari studi banding untuk melihat langsung pengelolaan program MBG yang dinilai berhasil dikembangkan secara cepat dan berskala besar.

Delegasi Jepang secara khusus meninjau sistem distribusi makanan dan dapur MBG untuk memahami prosesnya secara menyeluruh.

Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama dari pihak Jepang.

"Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara," ujarnya.

Kunjungan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi delegasi JCCI karena melihat langsung sambutan hangat dari para siswa.

Para siswa menunjukkan rasa hormat dengan mencium tangan para delegasi dan memperlihatkan keceriaan saat menikmati makan siang bergizi.

Hal ini dinilai menjadi penanda bahwa Program MBG diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kondisi Kekeluargaan di Jejak Duka Diandra Buat Michelle Ziudith Bebas Gali Karakter
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bea Cukai Gagalkan Peredaran Etomidate Lewat Jasa Ekspedisi di Jakut
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Tips Mengelola Emosi Setelah Pesta Pernikahan, Tetapkan Ekspektasi yang Realistis
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Mendes Yandri: Desa ditempatkan jadi pelaku utama pembangunan nasional
• 18 menit laluantaranews.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pria di Bekasi yang Jasadnya Ditemukan di TPU Jakasampurna
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.