Pertamax dkk Bakal Diproduksi Mandiri, Impor Hanya untuk Minyak Mentah dan Pertalite

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri secara energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri secara energi. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri secara energi. Dalam dua tahun ke depan, BBM RON 92 atau setara Pertamax ke atas akan diproduksi oleh kilang di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menargetkan, produk BBM beroktan tinggi atau RON 90 ke atas akan terus ditekan. Apalagi, Indonesia lewat PT Pertamina (Persero) baru saja meresmikan fasilitas Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang bisa mengurangi impor produk BBM.

Baca Juga:
Bahlil Akan Dorong SPBU Swasta Beli BBM Melalui Pertamina

"Semua yang RON di atas 90, itu nanti kita upayakan untuk bisa mandiri. Ujungnya tinggal 2 yang kita impor, crude (minyak mentah) dan RON 90 (Pertalite)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2025). 

Selain kilang, kata Laode, pemerintah juga berencana menerapkan strategi pencampuran etanol ke dalam BBM demi mengurangi impor minyak mentah. Dia mencontohkan, saat ini sudah ada Pertamax Green yang memiliki kandungan etanol sebesar 5 persen. Ke depan, produk lainnya seperti Pertamax Turbo juga akan dicampur etanol.

Baca Juga:
Prabowo Soroti Kebijakan Impor BBM yang Dimanfaatkan untuk Keuntungan Pribadi

Terkait etanol, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan mandatori etanol 10 persen (E10) masih harus mempertimbangkan ketersediaan etanol di dalam negeri. Saat ini, produksi etanol domestik belum mampu mendukung mandatori E10. 

Oleh karena itu, kata Bahlil, pemerintah menunggu pembangunan pabrik etanol berskala besar. Dengan demikian, kebijakan E10 tidak mendorong impor etanol secara berlebihan.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jika Lahir di Antarktika, Jadi Warga Negara Mana? Kisah Unik di Balik Bayi Kutub
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
3.012 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Diangkut ke TPST Bantar Gebang
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Bangkrutnya Visi Ekologi di Balik Tumpukan Sampah
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Hanya Ikuti Aliran Uang, KPK Juga Dalami Komunikasi Intens Anggota DPRD Iin Farihin dengan HM Kunang
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Junta Myanmar Gerebek 3 Pabrik Narkoba Terbesar di Tengah Hutan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.