TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Sosok Ketua DPRD Palopo, Darwis terang-terangan dukung pembentukan Provinsi Luwu Raya di Sulsel.
Darwis adalah pejabat kedua orasi setelah Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim (47).
Andi Rahim memimpin orasi pemekaranProvinsi Luwu Raya di jalan Poros Sulawesi, di Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Senin (5/1/2026) sore.
Pada Senin (12/1/2026), Ketua DPRD Palopo, Darwis orasi bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu.
Setelah aksi di Taman I Love Palopo City, kali ini mereka berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Palopo, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara.
Dalam aksi tersebut, demonstran menutup badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang.
Massa juga menghentikan sebuah truk dan menggunakannya sebagai panggung orasi.
Selain itu, mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan serta membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Rahmat Sharti, menyampaikan unjuk rasa ini dilakukan untuk menyuarakan tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
“Kami turun ke jalan untuk menyuarakan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Kami menuntut Presiden Prabowo Subianto agar segera memperhatikan dan merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya,” ujar Rahmat.
Ia juga berharap seluruh kepala daerah, masyarakat, serta wija to Luwu dapat bersatu memperjuangkan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Dalam aksi itu, Darwis, bersama jajaran anggota dewan menemui para demonstran.
Bahkan, Darwis terlihat naik ke atas truk yang dihentikan massa aksi.
Dengan menggunakan pengeras suara, ia menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
“Insya Allah, apa yang kita perjuangkan ini akan membawa hasil dan berkah bagi masyarakat Tana Luwu,” ucap Darwis di hadapan massa aksi.



