Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Selasa (13/1/2026), mengatakan tidak berusaha untuk menggulingkan pemerintahan Kuba. Namun, Washington ingin bernegosiasi untuk mengubah Kuba dari sistem pemerintahan komunis otoriter.
Dilansir BBC, Presiden AS, Donald Trump juga memperingatkan Kuba agar mau bernegosiasi. Jika tidak, maka Havana akan mendapatkan konsekuensi besar karena aliran minyak dan uang Venezuela akan dihentikan.
Situasi di Kuba terus menegang dalam sepekan terakhir setelah serangan AS ke Venezuela. Sebab, Kuba menggantungkan impor minyak untuk kebutuhan domestik dari Venezuela.




