Jakarta: PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melaporkan total temuan barang tertinggal di seluruh layanan sepanjang tahun 2025 mencapai 6.793 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.802 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya setelah melewati proses verifikasi.
"Barang dikembalikan kepada pemiliknya melalui proses verifikasi yang ketat dan transparan. Pengelolaan barang tertinggal dilakukan secara sistematis, digital, dan berbasis prosedur yang jelas," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat TransJakarta, Tjahyadi, di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026.
Baca Juga :
Dishub DKI: Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Malam HariTjahyadi menjelaskan, intensitas temuan barang tertinggi tercatat di layanan BRT Koridor 1 (Blok M – Kota) dan Halte Integrasi CSW. Hal ini dikarenakan kedua lokasi tersebut merupakan titik mobilisasi utama dengan volume penumpang yang sangat tinggi.
Terkait prosedur penyimpanan, TransJakarta memberlakukan aturan masa simpan selama 90 hari kerja. Jika dalam jangka waktu tersebut barang tidak diambil oleh pemiliknya, maka barang akan diproses lebih lanjut, baik melalui pemusnahan maupun dihibahkan untuk kepentingan sosial.
Langkah hibah ini, menurut Tjahyadi, selaras dengan pilar Environmental, Social, and Governance (ESG). Barang-barang layak pakai akan disalurkan kepada komunitas yang membutuhkan agar memberikan manfaat sosial alih-alih menjadi limbah.
Bus TransJakarta. Foto: Dok. Istimewa.
Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, TransJakarta mengimbau untuk segera melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi kanal resmi Customer Care. Tjahyadi memastikan setiap barang milik penumpang dikelola dengan standar integritas tinggi sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
"Penguatan sistem lost and found bukan sekadar prosedur operasional rutin, melainkan komitmen dalam melindungi hak-hak penumpang," pungkas Tjahyadi.



