Pantau - Denmark mengirim satuan komando pendahulu ke Greenland sebagai langkah awal untuk memperkuat kehadiran militernya di wilayah strategis tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perhatian Amerika Serikat terhadap potensi kawasan itu.
Langkah Militer Denmark di Tengah Ketegangan GlobalPenyiar lokal DR melaporkan pada Rabu bahwa satuan pendahulu telah dikerahkan ke Greenland.
Pengiriman ini bertujuan menyiapkan logistik dan infrastruktur guna mendukung kemungkinan kedatangan pasukan Denmark dan sekutu dalam jumlah lebih besar.
Tugas utama satuan ini meliputi memastikan kesiapan fasilitas dan jalur pasokan untuk mendukung pasukan utama di tahap selanjutnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Denmark untuk memperkuat kehadiran militernya di Greenland.
Menurut laporan, penguatan pasukan nantinya akan melibatkan prajurit dari satuan Angkatan Darat Denmark.
Meski begitu, sebagian besar kemampuan tempur Denmark saat ini masih terikat pada komitmen kepada NATO di kawasan Baltik.
Greenland Jadi Titik Panas Baru dalam Perebutan StrategisGreenland adalah wilayah dengan pemerintahan sendiri di bawah Kerajaan Denmark.
Pulau ini menjadi sorotan internasional karena letaknya yang strategis dan potensi sumber daya mineral yang dimilikinya.
Denmark dan otoritas Greenland telah secara tegas menolak usulan penjualan Greenland, serta menegaskan kedaulatan Denmark atas wilayah tersebut.
Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen pada Selasa, 13 Januari, menyampaikan bahwa pemerintahnya tengah memantapkan kehadiran militer yang lebih besar dan permanen di Greenland.
" Kami kini melangkah maju menuju kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen di Greenland oleh pertahanan Denmark, sekaligus dengan partisipasi negara-negara lain," ungkapnya.
Poulsen juga menyebut bahwa sejak tahun 2025, sejumlah negara NATO telah ikut serta dalam latihan dan pelatihan militer di Greenland, dan hal ini akan kembali terjadi pada 2026.
Sebelumnya, pada Minggu, 11 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat harus "mengakuisisi" Greenland untuk mencegah dominasi Rusia atau China atas pulau tersebut.
Trump menyebut kepemilikan Greenland sebagai "kebutuhan mutlak" demi keamanan ekonomi Amerika Serikat dan membandingkannya dengan "kesepakatan properti berskala besar".




