JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah area yang diduga sebagai resapan air di Jalan Pulomas, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, mendadak ramai diperbincangkan.
Lahan yang sebelumnya kerap menampung air hujan itu kini terlihat berubah setelah diduga diuruk.
Perubahan kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak sebagian area resapan air telah tertutup tanah urukan.
Sementara di sisi lainnya, genangan air masih terlihat, seolah menjadi penanda fungsi lama lahan tersebut.
Di sekeliling lokasi, area itu dibatasi pagar berwarna hitam yang ditumbuhi tanaman rambat.
Baca juga: Area Resapan Air di Pulomas Pulogadung Diuruk, Begini Kondisinya
Sejumlah pohon juga tampak tumbuh di pinggiran lahan, memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut sebelumnya merupakan ruang terbuka yang berfungsi menyerap air hujan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, kawasan yang diduga sebagai resapan air tersebut diperkirakan membentang sepanjang sekitar 200 meter.
Sebagian besar permukaannya kini telah tertutup tanah urukan.
Permukaan tanah sudah mulai ditumbuhi rumput liar.
Dari hasil pengamatan, kawasan tersebut juga tidak tampak terhubung dengan saluran drainase maupun aliran kali di sekitarnya.
Bukan resapan air
PT Pulo Mas Jaya memastikan area yang diuruk di Jalan Pulomas bukan merupakan kawasan resapan air.
"Lahan tersebut merupakan aset milik PT Pulo Mas Jaya yang sejak awal bukan merupakan kawasan resapan air, melainkan secara tata ruang ditetapkan sebagai zona komersial sesuai rencana peruntukan wilayah," ujar Retno Andaruningrum Corporate Secretary PT Pulo Mas Jaya.
Ia juga memastikan, fungsi lahan tersebut diperuntukkan untuk kegiatan terbangun dan bukan kawasan lindung atau ruang terbuka hijau.
Baca juga: PT Pulo Mas Jaya Jelaskan Asal-usul Cekungan di Jalan Pulomas yang Diduga Resapan Air
Asal usul cekungan Pulomas
Retno Andaruningrum, menjelaskan bahwa cekungan tersebut bukan kawasan resapan air, melainkan terbentuk akibat aktivitas pembangunan proyek Asian Games 2018.
“Cekungan yang ada saat ini terbentuk dikarenakan pada periode pembangunan proyek strategis Asian Games 2018, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) pernah digali untuk mendukung kebutuhan teknis proyek (utilitas dan pekerjaan. pendukung),” ucap Retno