Rahasia di Balik Sumber Berlian di Bumi Akhirnya Ditemukan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Regent Diamond. (Dok. museumdiamonds)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar berlian yang ada di permukaan Bumi berasal dari sebuah struktur di gunung berapi yang diberi nama kimberlit. Lalu apa sebenarnya struktur vulkanik tersebut?

Kimberlit merupakan pipa vulkanik berbentuk wortel. Struktur ini akan meletus dari kedalaman mantel lebih dari 150 km dengan cepat dan laju kenaikannya 80 mil per jam sebelum akhirnya meletus di permukaan.

Dalam perjalanannya menuju permukaan, magma menangkap fragmen batuan xenolit dan xeokristal. Peneliti dari Pusat Huni Planet Universitas Oslo, Ana Anzulovic mengatakan batuan tersebut masih sangat misterius hingga kini.


Anzulovic dan tim peneliti lainnya melakukan studi yang diterbitkan melalui jurnal Geology untuk memecahkan teka-teki struktur tersebut. Mereka membuat model senyawa volatil seperti karbon dioksida dan air berdampak pada daya apung lelehan proto-kimberlit pada material sekitarnya.

Pilihan Redaksi
  • Tanda Kiamat Makin Jelas Tampak di Nasi, Susu dan Daging
  • Jakarta Nomor Satu Kalahkan Tokyo, Ibu Kota Negara Miskin Siap Salip

"Awalnya batuan itu terbentuk dari sesuatu yang tidak bisa diukur secara langsung. Jadi kita tidak tahu seperti apa lelehan proto-kimberlit atau lelehan induknya. Kita tahu perkiraannya, tetapi pada dasarnya batuan mengalami perubahan signifikan dan kemudian terbentuk," kata Anzulovic dikutip dari Eureka Alert, Selasa (13/1/2026).

Tim membatasi penelitian pada kimberlit Jericho yang meletus di kraton Slave di Kanada. Dengan cara ini membatasi komposisi lelehan induknya.

Dia mengatakan timnya mencoba membuat model kimia kimberlit dan melakukan variasi pada Co2 dan H20. Mereka juga menggunakan software dinamika molekuler untuk mensimulasikan gaya atom dan melacak saat dalam lelehan kimberlit yang bergerak pada kedalaman yang berbeda.

Cara ini dapat menantikan kepadatan kelelehan dengan kondisi berbeda. Selain itu juga menentukan kepadatan lelehan pada kondisi berbeda dan cukup mengapung untuk bisa naik ke permukaan.

Dari studi tersebut juga menunjukkan peranan air dapat meningkatkan difusi, menjaga lelehan tetap cair dan mudah bergerak. Adapun, karbon dioksida membentuk struktur lelehan pada tekanan tinggi, namun dekat permukaan dan melepaskan gas serta mendorong erupsi ke permukaan.

Para peneliti menemukan kimberlit Jericho membutuhkan sekitar 8,2% Co2 untuk meletus. Jika tidak, berlian akan berada di mantel Bumi.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus Perkuat Infrastruktur Digital Dukung Daya Saing Nasional

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek dan SMA Negeri 1 Wamena, Tinjau Perekonomian serta Program Makan Bergizi Gratis
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Tinggalkan Batasan Sinetron, Dinda Kirana Keluar dari Zona Nyaman Lewat Series Bercinta Dengan Maut
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Andrew Garfield Debut Gaya Rambut Baru, Nyaris Tak Dikenali
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Napoli Gagal Menang, Ditahan Imbang Parma Tanpa Gol di Laga Tunda Liga Italia
• 1 jam lalupantau.com
thumb
KP2MI, Polres Dumai gagalkan pemberangkatan 26 CPMI ke Malaysia
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.