JAKARTA, DISWAY.ID - Awal mulai pemicu kerusuhan di Iran sebetulnya berawal dari krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.
Namun pada perjalanannya, ternyata demo yang semula berawal damai, malah berujung rusuh.
Fakta tersebut diklarifikasi oleh Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
Kedubes Iran mengakui adanya nilai tukar mata uang Iran dan daya beli yang anjlok menjadi awal mulai kerusuhan.
"Dalam rangka meluruskan opini publik di negara sahabat Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Republik Indonesia menyampaikan beberapa penjelasan dan sikap prinsipal Republik Islam Iran tentang perkembangan dan kerusuhan terkini di Iran," tegas Kedubes Iran dalam keterangan resmi kepada Disway.
BACA JUGA:Fakta di Balik Kerusuhan, Iran Temukan Bukti Dokumentasi Campur Tangan Hasutan Israel
Kronologi Kerusuhan IranPada hari Minggu, 28 Desember 2025, menyusul fluktuasi nilai tukar, terjadi unjuk rasa serikat pekerja dan ekonomi yang terdiri dari beberapa pengusaha dan pedagang di Tehran.
Unjuk rasa itu diadakan dengan motif mata pencaharian dan sebagai reaksi dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli.
Tuntutan utama mereka adalah untuk mengembalikan stabilitas pasar dan menerapkan langkahlangkah ekonomi yang efektif.
BACA JUGA:Teheran Membara, Menlu Sugiono Akui Sulit Komunikasi ke Iran
Unjuk rasa itu sejak awal bersifat umum.
Unjuk rasa berlangsung damai, berorientasi pada serikat pekerja dan tuntutan.
Para pengunjuk rasa berusaha menyampaikan tuntutan dengan tenang tanpa mengganggu ketertiban umum.
"Semua otoritas dan lembaga terkait telah memperhatikan tuntutan damai dan sah dari warga negara dan menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk menangani dan menindaklanjuti tuntutan. Dalam konteks ini, tidak ada tindakan yang diambil terhadap para pengunjuk rasa damai," jelas pernyataan itu.
Pada saat yang sama, Republik Islam Iran menekankan bahwa harus dibuat perbedaan yang jelas dan prinsipal antara protes damai yang sah dan tindakan kekerasan terorganisir yang mengganggu ketertiban umum.
- 1
- 2
- »



