Mendagri Tito: Kreativitas Kepala Daerah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa kreativitas, keberanian, dan inovasi kepala daerah dalam mengelola potensi wilayah masing-masing merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi narasumber dalam talkshow Semangat Awal Tahun 2026 bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” yang digelar di IDN Headquarters (HQ), Jakarta, Rabu, 17 Januari 2026.

Ia menjelaskan, salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah adalah tingkat kemandirian fiskal. 

BACA JUGA: Ahli Hukum Kejagung Tantang Tan: Jika Tidak Bersalah, Hadir dan Klarifikasi

BACA JUGA: Lumpur Banjir Dikabarkan Bakal Dijual ke Swasta, Tito Karnavian: Belum Pasti, Lebih Baik Jadi Tanggul!

Daerah yang memiliki kemampuan keuangan yang kuat dinilai lebih leluasa dan cepat dalam menjalankan program pembangunan tanpa terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

“Keberhasilan suatu daerah itu adalah kemandirian fiskal. Kalau kemandirian fiskalnya kuat, keuangan daerahnya kuat, maka membuat program apa pun akan lebih mudah dilaksanakan,” ujar Tito.

Menurutnya, kemandirian fiskal sangat berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari aktivitas ekonomi dan dunia usaha yang sehat. 

Meski transfer pusat masih diperlukan, daerah yang diharapkan mampu secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut.

Tito mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil membangun fondasi ekonomi yang kuat. 

BACA JUGA: Gandeng Menhan Sjafrie, Tito Karnavian Rancang Proyek Tanggul Raksasa dari Sisa Lumpur Banjir Sumatera

BACA JUGA: Pemerintah Anggarkan Rp16,9 Triliun Sulap 16.171 Sekolah, Mendikdasmen: Rampung Januari 2026

Kabupaten Badung di Bali, lanjut Tito, mampu menopang sebagian besar APBD-nya dari sektor pariwisata melalui pajak hotel dan restoran. 

Sementara daerah seperti Timika dan Bojonegoro memperoleh pendapatan besar dari pengelolaan sumber daya alam yang optimal.

Namun demikian, Mendagri mengakui masih banyak daerah dengan PAD rendah akibat belum berkembangnya sektor swasta secara maksimal. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KUHP Baru sebagai Cermin Cara Negara Mengelola Ketidaksetujuan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Simak! Pemerintah Perketat Syarat Kesehatan Jemaah Haji Indonesia 2026 | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Siapa yang Benar, Siapa yang Salah?
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Sosok Amin, Dedikasikan Separuh Hidup Untuk Pendidikan di Pelosok Bekasi
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.