FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ustaz Hilmi Firdausi menyebut orang tidak bisa otomatis jadi profesional, berintegritas, dan tidak korupsi. Hanya karena rajin salat.
“Apakah orang yang rajin sholat otomatis akan menjadi orang yang profesional, berintegritas, tidak korupsi dsj? Belum tentu,” tulis Hilmi dikutip dari unggahannya di X, Kamis (15/1/2026).
Salat, kata dia, tak bisa mencegah dari perbuatan tercela. Jika salat itu hanya formalitas saja.
“Jika sekedar rajin sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban dan sholatnya asal-asalan, maka sholat yang seperti ini tidak akan mampu mencegahnya dari perbuatan fahsya wal munkar,” ujarnya.
Hilmi mengutip sebuah firman Allah SWT. Tertuang dalam surat Al Maun.
“Makalah itu Allah mengancam di surat Al Ma’un; “Fawailul lil mushollin”… maka celakalah orang-orang yang sholat,” imbuhnya.
“Menurut Ibnu Abbas mereka adalah orang-orang munafik yang shalatnya untuk pamer kepada manusia,” tambahnya.
Karenanya, dia mengaku tak aneh jika ada pemimpin salat. Tapi semaunya menjalankan tugasnya.
“Nah, kalau ada seorang pemimpin/pejabat sholatnya macam ini, ya gak aneh kalau diapun semaunya dalam mengemban amanahnya,” ucapnya.
“Pernahkan dengar istilah STMJ, Sholat Terus Maksiat Jalan… itulah yang terjadi kalau orang sholat tapi lalai dari sholatnya,” tambahnya.
Di sisi lain, dia menegaskan, salat adalah hal wajib yang dilakukan tiap umat Islam.
“Semoga ini menjawab pertanyaan “Apakah pemimpin (jika muslim) wajib rajin sholat?” Jelas wajib…,” terangnya.
Walau demikian, yang diminta adalah salat yang benar. Bukan asal salat saja.
“Tapi sholat yang benar & khusyu hingga mampu mencegahnya dari perbuatan keji & munkar, bukan sholat yang asal-asalan. Wallāhu a‘lamu bis-shawāb,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)





