Produksi Beras di Cirebon Turun, Ini Penyebabnya

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Produksi beras di Kabupaten Cirebon pada 2025 mengalami penurunan. Meski demikian, neraca beras di daerah tersebut tetap surplus.

Total produksi beras pada 2025 di Kabupaten Cirebon sebanyak  296.416 ton. Jumlah tersebut menurun 42.613 ton dari target yang ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga
  • Cuaca Ekstrem di Cirebon, Warga Diminta Waspada
  • Ikuti Perintah KDM, Cirebon Babat Tanaman Sawit, Ganti dengan Mangga
  • Bupati Cirebon Mengaku Kecolongan Ada 6,5 Hektare Kebun Sawit di Pasaleman: Kami tak Tahu

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya mengatakan, penyebab menurunnya produksi beras salah satunya karena menyusutnya luas panen padi. Sepanjang 2025, luas panen mencapai 74.778 hektar, lebih rendah 11.602 hektare dibandingkan target 86.380 hektare.

Meski di sisi lain, luas tanam padi pada tahun lalu justru jauh melampaui target, yakni sebesar 92.489 hektare. Sedangkan target awalnya hanya sebesar 90.926 hektare.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Deni menambahkan, penyebab lain penurunan produksi beras juga karena pergeseran waktu panen. Hal tersebut menyusul kondisi iklim yang tidak menentu sepanjang 2025. “Sehingga realisasi panen tidak sesuai dengan proyeksi awal,” kata dia, Rabu (14/1/2026).

Di sisi lain, meskipun produksi beras menurun, namun secara hitungan Kabupaten Cirebon masih surplus. Pasalnya, produksi yang ada jauh melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah tersebut.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, kebutuhan beras di Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 229.310 ton. Sedangkan produksinya mencapai 296.416 ton. “Kabupaten Cirebon masih surplus sekitar 67.106 ton,” jelasnya.

Meski demikian, Distan Kabupaten Cirebon tetap akan menyikapi penurunan produksi itu. Pasalnya, jika tren penurunan produksi itu terus berlanjut, maka dikhawatirkan ke depan akan berdampak terhadap ketahanan pangan daerah.

Untuk itu, Distan Kabupaten Cirebon kini telah membuat strategi guna meningkatkan kembali produksi beras, di antaranya dengan pengendalian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), optimalisasi kalender tanam, hingga perbaikan infrastruktur pertanian.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Revitalisasi pasar di Jakarta diminta tidak hanya jadi agenda rutin
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, Ini Prioritasnya
• 3 jam laludetik.com
thumb
Satgas PKH Ancam Langkah Hukum untuk Perusahaan Sawit dan Tambang yang Bandel di Kawasan Hutan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Spesifikasi ZTE Nubia RedMagic 11 Pro dan Pro+, Peringkat 1 Skor Antutu Dunia
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siapkan Payung atau Ponco, Prakiraan Cuaca Hari Ini 15 Januari 2026 Dirilis BMKG: Jakarta Hujan Seharian dari Pagi hingga Malam
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.