GELOMBANG protes anti-pemerintah di Iran yang berujung pada tindakan keras otoritas setempat memicu reaksi berantai dari komunitas internasional. Sejumlah negara kini mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) yang mendesak warga negara mereka untuk segera meninggalkan Iran atau menghindari perjalanan ke wilayah tersebut demi keselamatan.
Berikut adalah rangkuman langkah-langkah darurat yang diambil oleh berbagai negara menyusul situasi yang kian tidak menentu di Timur Tengah:
Evakuasi Personel Militer dan DiplomatikAmerika Serikat mengambil langkah pencegahan dengan mendesak sebagian personel di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, untuk segera meninggalkan lokasi. Presiden Donald Trump juga secara tegas menyarankan seluruh warga AS yang berada di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut.
Baca juga : AS-Inggris Keluarkan Larangan Perjalanan ke Timur Tengah
Inggris mengambil langkah diplomatik yang drastis dengan menutup sementara kedutaan besarnya di Tehran. Seluruh staf diplomatik telah ditarik keluar dari Iran, dan pemerintah Inggris kini melarang total segala bentuk perjalanan ke sana.
Pemerintah Italia juga mengeluarkan instruksi serupa bagi warganya untuk segera meninggalkan Iran. Selain itu, Italia memperketat perlindungan bagi pasukannya yang ditempatkan di beberapa titik di Timur Tengah, termasuk di Irak dan Kuwait.
Pembatasan Ruang Udara dan Rute PenerbanganJerman memberikan peringatan keras kepada maskapai penerbangan untuk menghindari ruang udara Iran. Otoritas Jerman mencemaskan potensi penggunaan "senjata anti-penerbangan" di tengah konflik. Maskapai nasional Jerman, Lufthansa, telah mengumumkan hanya akan mengoperasikan penerbangan siang hari dari dan menuju Tel Aviv serta Amman sebagai langkah antisipasi.
Baca juga : Iran Tutup Ruang Udara, Maskapai Dunia Mulai Putar Balik Hindari Konflik
Dari Asia, Air India turut mengumumkan pengalihan rute penerbangan mereka di kawasan tersebut guna menghindari risiko keamanan yang mungkin terjadi di wilayah udara yang terdampak konflik.
Keamanan Regional dan Infrastruktur VitalQatar, sebagai tuan rumah pangkalan militer AS, menegaskan komitmennya untuk melindungi keamanan nasional. Pemerintah Qatar menyatakan tetap "terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga serta penduduknya." Hal ini mencakup perlindungan ekstra terhadap infrastruktur kritis dan fasilitas militer.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi menyerukan kewaspadaan tinggi bagi warga dan personelnya. Mereka diminta untuk membatasi perjalanan non-esensial ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut guna menghindari potensi sasaran konflik. Spanyol juga memberikan imbauan keras agar warganya meninggalkan Iran dengan "segala cara yang tersedia."
Situasi di Iran terus dipantau secara ketat oleh berbagai badan intelijen dunia, seiring dengan meningkatnya tensi yang mengancam stabilitas keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah. (CNN/Z-2)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F03%2F08%2F90c68498-227a-4885-b570-094e33bd5a7c.jpg)
