ESTADIO Carlos Belmonte menjadi saksi bisu runtuhnya martabat sang raja Eropa. Real Madrid secara mengejutkan tersingkir dari babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 setelah ditekuk tim kasta kedua, Albacete, dengan skor tipis 3-2, Kamis (15/1) dini hari WIB. Kekalahan ini bukan sekadar kegagalan biasa, melainkan sebuah dejavu menyakitkan yang mengingatkan publik pada tragedi 'Alcorconazo' pada 2009 silam.
Debut Pahit Alvaro Arbeloa dan Bayang-Bayang Xabi AlonsoPertandingan ini menandai debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim Los Blancos setelah pemecatan mendadak Xabi Alonso pasca-kekalahan di final Supercopa de Espana. Alih-alih memberikan efek instan, Arbeloa justru harus menelan pil pahit. Meski menurunkan bintang seperti Vinicius Junior dan Federico Valverde, Madrid tampak kehilangan arah dan rapuh di lini belakang.
Albacete tampil spartan sejak menit awal. Javi Villar membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-42 lewat sundulan mematikan. Real Madrid sempat menyamakan kedudukan melalui talenta muda Franco Mastantuono di masa injury time babak pertama, namun itu hanyalah awal dari drama yang lebih menyakitkan bagi pendukung El Real.
Baca juga : Rapor Merah Pemain Pelapis Real Madrid: Mengapa Rotasi Alvaro Arbeloa Berujung Petaka di Copa del Rey?
Drama Menit Akhir: Jefte Betancor Jadi MomokMemasuki babak kedua, Madrid terus menekan namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama. Petaka datang di menit ke-82 saat Jefte Betancor kembali membawa Albacete memimpin. Harapan sempat muncul ketika Gonzalo Garcia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+1, membuat skor menjadi 2-2.
Namun, saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, serangan balik cepat Albacete di menit ke-90+3 diselesaikan dengan dingin oleh Jefte Betancor. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang, memastikan Madrid angkat koper lebih awal dari kompetisi kasta kedua di Spanyol tersebut.
Sejarah Kelam Melawan Tim GuremKekalahan ini langsung dilabeli media Spanyol sebagai "Alcorconazo Jilid 2". Istilah ini merujuk pada kekalahan memalukan 0-4 Madrid dari Alcorcon (tim kasta ketiga saat itu) pada 2009. Sejarah mencatat, Madrid memang memiliki hubungan "toxic" dengan Copa del Rey saat berhadapan dengan tim-tim kecil.
Baca juga : Profil Albacete Balompié: 'Si Keju Mekanik' yang Mempermalukan Real Madrid
- 2009: Alcorcon 4-0 Real Madrid (Kasta Ketiga)
- 2021: Alcoyano 2-1 Real Madrid (Kasta Ketiga)
- 2026: Albacete 3-2 Real Madrid (Kasta Kedua)
Kini, tekanan berada sepenuhnya di pundak manajemen Florentino Perez. Apakah Arbeloa tetap dipertahankan, atau Madrid akan segera mengumumkan suksesor permanen untuk menyelamatkan sisa musim di La Liga dan Liga Champions?
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.


