Yuk, Kenali Jenis-jenis Rambutan yang Ada di Indonesia

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pernah nggak sih, pas scroll media sosial, kamu nemu video orang-orang yang bilang belum makan buah rambutan sama sekali sepanjang 2025? Bahkan sampai jadi bahan candaan. Nah, apakah kamu salah satunya?

Namun, saat memasuki awal 2026, pemandangan penjual rambutan di pinggir jalan mulai kembali terlihat. Rupanya, "absennya" rambutan sepanjang 2025 bukan tanpa alasan. Secara umum, panen rambutan di Indonesia memang terjadi saat pergantian musim. Namun, kondisi tahun lalu membuat siklus itu sedikit bergeser.

Menurut Prof. Sobir, pakar buah tropika dari IPB University, minimnya produksi rambutan pada akhir 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari iklim, fisiologi tanaman, hingga pergeseran nilai ekonomi.

"Ada tiga kemungkinan utama penyebab minimnya produksi rambutan pada akhir 2025," ujar Prof. Sobir, dikutip dari laman IPB University, Kamis (15/1).

Faktor pertama berkaitan dengan kondisi iklim. Sepanjang 2025, Indonesia mengalami fenomena yang dikenal sebagai kemarau basah. Kondisi ini membuat proses induksi pembungaan rambutan tidak berjalan optimal.

Faktor kedua berkaitan dengan sifat alami tanaman rambutan itu sendiri. Rambutan memiliki karakter biannual bearing, yakni berbuah lebat pada satu tahun, lalu produksinya menurun pada tahun berikutnya. Hal ini terjadi karena cadangan hasil fotosintesis tanaman sudah terkuras pada panen sebelumnya.

"Pohon buah-buahan tropika seperti rambutan akan berbunga bila tanaman memiliki cadangan hasil fotosintesis yang cukup dan mendapat periode kering selama 2-4 minggu. Biasanya tanaman berbunga di awal musim hujan, sekitar Oktober-November, dan dipanen pada Desember saat musim hujan," jelasnya.

Selain faktor alam, aspek ekonomi juga turut berperan. Menurut Prof. Sobir, anggapan bahwa pohon rambutan kini semakin jarang berbuah atau bahkan tidak lagi dipanen bisa saja benar. Nilai ekonomi rambutan yang relatif rendah membuat petani atau pemilik pohon enggan memanen buah.

Terkait kemungkinan pergeseran musim buah, Prof Sobir menyebutkan, hal ini sangat bergantung pada pola musim ke depan. Jika periode kemarau berlangsung jelas dan cukup kering, produksi rambutan pada musim berikutnya berpotensi meningkat.

Hal serupa juga dijelaskan dalam laman Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Rambutan termasuk tanaman buah tahunan yang membutuhkan beberapa syarat untuk bisa berbunga dan berbuah dengan optimal. Pemupukan, pemangkasan, serta curah hujan menjadi faktor penting yang memengaruhi proses tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan Liferdi (2000) dan Kuswandi (2014), tanaman rambutan akan berbunga setelah mengalami stres kekeringan selama 10-30 hari, tergantung varietasnya. Setelah periode tersebut, ketika hujan turun atau tanaman disiram secara intensif, bunga akan mulai muncul.

Nah, buat kamu yang penasaran, Indonesia ternyata punya banyak jenis rambutan dengan karakter rasa dan bentuk yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis rambutan yang ada di Indonesia seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian.

Rambutan Binjai

• Berasal dari Sumatera Utara

• Rasa manis

• Daging buah tebal

• Bentuk bulat agak lonjong

Rambutan Cimacan

• Asal Cianjur, Jawa Barat

• Daging buah lembut saat dikunyah

• Kulit buah tipis

• Rambut pada kulit lebih sedikit

Rambutan Lebak Bulus

• Berasal dari Lebak Bulus, Pasar Minggu, Jakarta

• Kandungan airnya tinggi

• Rasa asam manis yang menyegarkan

• Bentuk buah bulat

• Rambut buah berwarna merah kekuningan

Rambutan Si Bongkok

• Berasal dari Kalimantan Selatan

• Ukuran buah lebih besar dibanding jenis lainnya

• Warna merah tua kecokelatan saat matang

• Bentuk lonjong dengan rambut halus

• Daging buah putih bening

• Tekstur agak kering dan mudah terlepas dari biji

Rambutan Si Nyonya

• Warna merah menyala dengan rambut cukup lebat

• Tampilan cantik dan menarik

• Rasa kurang manis, sedikit asam

• Kandungan air tinggi, terasa menyegarkan saat dimakan

Rambutan Si Batuk Ganal

• Berasal dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan

• Ukuran buah besar

• Kandungan air sangat melimpah

• Warna merah kekuningan

• Rasa sangat manis

Rambutan Antalagi

• Asal Sungai Andai, Kalimantan Selatan

• Salah satu rambutan lokal terbaik di Indonesia

• Rasa manis dengan aroma harum dan kuat

• Bentuk bulat memanjang, sedikit pipih

Rambutan Rapiah

• Ukuran buah kecil

• Rasa sangat manis

• Jika sudah matang memiliki perpaduan warna merah, kuning, dan hijau

Rambutan Narmada

• Rambutan unggulan kebanggaan Lombok, NTB

• Daging buah kenyal, tidak lembek

• Rasa sangat manis dan khas

• Tampilan cantik dengan perpaduan warna kuning dan merah

Rambutan Garuda

• Berasal dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan

• Rasa sangat manis dan memiliki sentuhan rasa gurih

• Daging buah cukup tebal

Rambutan Kapulasan

• Dikenal juga sebagai rambutan babat

• Rambut buah sangat pendek, kaku, dan cukup tebal

• Kulit buah berwarna merah kecokelatan

Rambutan Bahrang

• Berasal dari Langkat, Sumatera Utara

• Ukuran buah lebih panjang

• Rasa sangat manis dan lezat

• Daging buah sedikit kekuningan

• Kandungan air sangat melimpah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Kudus Meluas hingga ke 7 Kecamatan, Warga Mulai Mengungsi | SAPA SIANG
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Demo di DPR dan Kemnaker, Ini Tuntutan Para Buruh
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Menjajal Jalur Langit TransJakarta Koridor 13, Ngos-ngosan Menuju Halte
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Terpisah dari Kawanan, Gajah Liar Tewaskan 22 Orang di India
• 5 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.