Dua bibit siklon tropis terpantau berada dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, yaitu 91W dan 96S. Kedua bibit badai ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan.
BMKG sebagai badan yang menaungi TCWC pada Kamis (15/1) memberikan rincian bibit badai itu sebagai berikut:
Bibit Siklon Tropis 91W
Terpantau di sekitar 9.4°LU – 129.4°BT di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam) dan tekanan minimum 1002 hPa.
Memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia.
Dampak tidak langsung:
Hujan sedang–lebat di Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara
Gelombang 1.25–2.5 m di Laut Sulawesi Timur, Laut Maluku, perairan Bitung, Sangihe, Manokwari utara, Raja Ampat utara, Biak utara, serta Samudra Pasifik utara Papua
Gelombang 2.5–4.0 m di perairan Kepulauan Talaud dan Samudera Pasifik utara Maluku
Bibit Siklon Tropis 96S
Terpantau di sekitar 13.6°LS – 117.3°BT di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dan tekanan minimum 1002 hPa.
Memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia.
Dampak tidak langsung:
Hujan sedang–lebat di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat
Gelombang 1.25–2.5 m di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu
Gelombang 2.5–4.0 m di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan NTT
“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” kata BMKG.





