Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pemerintah bidik pertumbuhan 5,4 persen melalui dukungan UMKM dan ketahanan energi tahun depan.
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen untuk tahun 2026.Target ambisius ini akan dikawal melalui kombinasi penguatan sektor riil serta penyaluran stimulus fiskal guna membentengi ekonomi nasional dari fluktuasi global.
Pada Laman resmi Kemenko Perekonomian RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa meskipun peta ekonomi dunia saat ini penuh dengan tantangan geopolitik dan perlambatan perdagangan, fundamental Indonesia menunjukkan ketahanan yang signifikan.
"Di tengah ketidakpastian dunia, ekonomi kita tetap tangguh. Risiko resesi Indonesia tercatat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau Tiongkok," ujar Airlangga dalam forum IBC Business Outlook rabu 14 januari 2026 di Jakarta.
Strategi Fiskal dan Dukungan Sektor Riil
Foto: Ilustrasi
Guna mencapai angka 5,4 persen, pemerintah telah menyiapkan dana stimulus sebesar Rp110,7 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan sektor manufaktur tetap ekspansif. Selain itu, kebijakan fiskal dipastikan tetap disiplin dengan menjaga defisit APBN di bawah batas 3 persen.
Beberapa indikator kunci yang memperkuat optimisme ini meliputi:
- • Inflasi yang Terkendali : Berada di level 2,92 persen pada akhir 2025.
- • Cadangan Devisa : Mencapai angka kuat sebesar USD 156,1 miliar.
- • Sektor Manufaktur : Indeks PMI yang konsisten di zona ekspansif sebesar 51,2.
Delapan Program Prioritas Nasional
Foto: Kemenko PerekonomianMemasuki tahun 2026, akselerasi pertumbuhan akan difokuskan pada delapan sektor strategis. Prioritas utama mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, serta pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja muda.
Langkah ini diambil agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar angka, namun juga mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru secara berkelanjutan.
Selain fokus pada sektor fisik, Indonesia terus memperluas pengaruhnya di kancah regional melalui transformasi digital.
Inisiatif sistem pembayaran QRIS lintas batas dan penguatan ekosistem ekonomi digital ASEAN menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempermudah akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita memiliki fundamental yang kuat dan arah reformasi struktural yang jelas. Seluruh elemen harus tetap optimis karena prospek ekonomi kita diakui secara positif oleh lembaga internasional seperti IMF," tutup Airlangga.
Editor: Redaktur TVRINews




