REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Minat menabung haji di kalangan anak muda terus meningkat di tengah panjangnya antrean keberangkatan. Data Kementerian Agama menunjukkan sekitar 5 juta calon jamaah haji saat ini masuk daftar tunggu dengan masa antrean berkisar 20 hingga 47 tahun, tergantung wilayah. Kondisi tersebut mendorong kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyiapkan tabungan haji sejak dini.
Perubahan pola perencanaan ibadah itu tercermin dari profil nasabah tabungan haji Bank Mega Syariah (BMS). Berdasarkan data 2025, kelompok Generasi Z (17–25 tahun) mencatatkan pertumbuhan jumlah jamaah sebesar 29,4 persen secara tahunan (yoy) atau lebih dari 1,2 ribu jamaah. Sementara itu, kelompok milenial (26–41 tahun) tumbuh lebih tinggi, yakni 41 persen menjadi lebih dari 6,4 ribu jamaah.
- KNEKS: Departemen Keuangan Syariah OJK Lahirkan Konvergensi Kebijakan
- Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Jadi Pimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah
- OJK Terus Dalami Indikasi Fraud Dana Syariah Indonesia
Secara keseluruhan, porsi kepemilikan tabungan haji semakin didominasi nasabah muda, mulai dari anak-anak, Generasi Z, hingga milenial. Kondisi ini menunjukkan pergeseran perilaku finansial generasi muda yang semakin sadar akan pentingnya perencanaan ibadah jangka panjang.
Marketing, Loyalty & Financial Inclusion Division Head Bank Mega Syariah, Roostian Primananda, mengatakan peningkatan jumlah nasabah muda sejalan dengan kampanye GenHajj (Generasi Haji): Haji Mudah untuk Semua Generasi yang digencarkan perseroan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Gen Z yang sangat akrab dengan teknologi memerlukan layanan yang serba digital, cepat, dan mudah diakses. Sementara Gen Y atau milenial lebih mempertimbangkan masa depan dalam keputusan finansialnya. Kami terus berinovasi agar hadir sesuai aspirasi masing-masing generasi melalui solusi tabungan haji praktis langsung dari smartphone,” ujar Roostian dalam keterangan yang diterima Republika, Rabu (14/1/2026).
Pertumbuhan minat menabung haji tersebut turut mendorong kinerja tabungan Bank Mega Syariah secara keseluruhan. Hingga akhir 2025, volume tabungan tumbuh 8,05 persen (yoy) dari Rp 299 miliar pada Desember 2024 menjadi lebih dari Rp 323 miliar per 31 Desember 2025.
Peningkatan kinerja juga tercermin dari perluasan basis nasabah. Jumlah rekening tercatat tumbuh 4,8 persen menjadi lebih dari 360 ribu rekening pada pengujung 2025, seiring dengan strategi pendekatan berbasis komunitas dan segmen korporasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta sektor strategis lainnya.




