Buni Yani Bongkar Hasil Mengejutkan Pertemuan Eggi Sudjana-Damai dengan Jokowi

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat Media Sosial Buni Yani menilai penerimaan Joko Widodo sebagai pihak pelapor kasus dugaan ijazah palsu terhadap dua tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis merupakan bagian dari strategi politik pecah belah yang selama ini kerap digunakan untuk melemahkan barisan lawan.

“Jangan sedih, dunia berjalan seperti adanya. Pejuang bergabung dengan pejuang, pengkhianat dengan pengkhianat,” tulis Buni Yani lewat akun Facebook pribadinya, dikutip Kamis (15/1/2026).

Buni Yani pun meragukan langkah tersebut. Justru kata dia, dinamika yang bergulir justru akan memperjelas posisi masing-masing aktor politik dan hukum, bukan mencairkan konflik sebagaimana yang mungkin diharapkan.

Menurutnya, peristiwa tersebut akan dibaca publik sebagai pilihan sikap politik, bukan sebagai langkah rekonsiliasi substantif.

Eggi dan Damai, dua tokoh yang berstatus tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, diketahui bertamu ke kediaman Jokowi di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis sore, 8 Januari 2026.

Jokowi pun membenarkan kedua tersangka itu menemui dirinya hanya sekedar untuk bersilaturahmi.

“Telah hadir bersilahturahmi, bapak prof Eggi Sudjana, dan bapak Damai Hari Lubis, ke rumah saya. Benar beliau hadir didampingi oleh pengacara Bu Elida Netty, itu adalah kehadiran untuk silaturahmi. Saya sangat menghargai, dan saya sangat menghargai silaturahmi beliau berdua,” kata Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (14/1/2026).

Presiden ketujuh RI tersebut mengatakan dari pertemuan silaturahmi itu diharapkan bisa dijadikan pertimbangan bagi Polda Metro Jaya, dan bagi penyidik untuk kemungkinan dilakukan restorative justice.

“Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Jokowi lantas menegaskan adanya rumor yang berkembang bahwa Eggi dan Damai dijanjikan proyek bernilai fantastis dan jalan-jalan ke luar negeri dengan pelayanan mewah dengan syarat keduanya mau meminta maaf, hal itu tidak perlu diributkan.

“Menurut saya, ada atau tidak (permintaan maaf) itu tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya niat baik silaturahmi harus saya hormati dan saya hargai,” tegasnya. (Pram/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
UIN Jakarta Kukuhkan Tujuh Guru Besar Perkuat Peran Pengembangan Ilmu Integratif | SAPA PAGI
• 8 menit lalukompas.tv
thumb
Jasad Syafiq Ali Ditemukan di Tebing Kawah Tak Jauh dari Puncak Gunung Slamet
• 19 jam laludetik.com
thumb
Borok Masa Lalu Denada Dikuliti Netizen, Tragedi Masa Sekolah Dibongkar: Pas Masih SMA Hamil
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ Diharapkan Dapat Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Murid SMAN 1 Wamena Sebut Porsi MBG Lebih Banyak Saat Gibran Datang
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.