VEVEY, KOMPAS.TV - CEO Nestle, Philipp Navratil telah mengeluarkan video permintaan maaf menyusul penarikan produk susu formula bayinya secara global.
Penarikan yang meluas ini mengancam posisi pasar Navratil yang kuat.
Hal itu menempatkan CEO Philipp Navratil dalam mode manajemen krisis hanya beberapa bulan setelah pengangkatannya untuk revitalisasi perusahaan multinasional.
Baca Juga: BPOM Perintahkan Nestle Hentikan Distribusi Formula Bayi Tertentu, Ini Alasannya
Setidaknya 53 negara, termasuk Indonesia telah mengeluarkan peringatan kesehatan mengenai susu formula bayi yang ditarik oleh Nestle.
Dikutip dari The Independent, Rabu (14/1/2026), pada video yang dirilis Selasa (13/1/2026), Navratil mengungkapkan permintaan maaf atas kekhawatiran dan gangguan yang ditimbulkan dari penarikan produk tersebut bagi orang tua, pengasuh, dan pelanggan lainnya.
Ia mengatakan, belum ada kasus penyakit yang terkonfirmasi terkait dengan produk yang ditarik tersebut.
Produk susu formula bayi Nestle yang ditarik kembali karena kemungkinan terkontaminasi dengan cereulide, racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
Merek-merek yang terpengaruh termasuk SMA, BEBA, NAN, dan formula Alfamino, yang berpotensi terganggu oleh masalah kualitas pada bahan yang dikenal sebagai minyak asam arakidonat (ARA) dari pemasok terkemuka.
Nestle mengidentifikasi masalah kualitas di salah satu pabriknya di Belanda pada Desember.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Independent
- nestle
- ceo nestle
- susu formula bayi
- philipp navratil
- permintaan maaf





