Mendagri Tito Beberkan Masalah Utama Pemulihan Bencana Sumatera

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Personel TNI, Polri hingga taruna kementerian/lembaga dikerahkan pada wilayah yang bisa dimasuki oleh alat berat. 

Mendagri Tito Beberkan Masalah Utama Pemulihan Bencana Sumatera

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian membeberkan masalah utama percepatan pemulihan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). 

Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu menyebut bahwa lumpur mengeras menjadi salah satu masalah utama yang harus diselesaikan. 

Baca Juga:
Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara

"Nah khusus yang sekarang ini kita melihat karena ini problemnya lumpur, lumpurnya juga masuk dan setelah itu nggak hujan mengeras," kata Tito Kamis  (15/1/2026). 

Oleh karena itu, Tito menyebut, personel TNI, Polri hingga taruna kementerian/lembaga dikerahkan pada wilayah yang bisa dimasuki oleh alat berat. 

Baca Juga:
Purbaya Potong Anggaran Infrastruktur di 2026, Fokus Penanganan Pascabencana Sumatera

"Ini masuknya sudah sampai ke gang-gang, masuk ke rumah-rumah. Yang di jalan umum, tempat umum yang bisa masuk alat berat itu memang bisa dikerjakan alat berat,” kata dia.

“Tapi kalau yang di gang-gang, rumah-rumah, nggak bisa. Itu harus door-to-door man-to-man masuk ke sana sehingga perlu penambahan pasukan," lanjutnya.

Baca Juga:
Seluruh Daerah Terdampak Bencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolri ini menegaskan soal perlunya kekuatan fisik untuk melakukan percepatan pemulihan wilayah bencana alam tersebut. 

"Dari yang kita punya potensi lain, ini kan perlu kemampuan fisik tapi juga bisa kemampuan teknis juga diperlukan di sana. Yang punya kemampuan fisik ini yang agak semi-militer ini sekolah kedinasan dan kita memiliki banyak sekolah kedinasan," kata Tito. 

"Kemarin IPDN sudah mengirim 1.000 lebih, kemudian Badan Pusat Statistik ada 500, IMIPAS juga mengirim saya kurang tahu jumlahnya, tapi ini jumlah yang cukup masif sekarang ini adalah dari KKP 1.142," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Ingin Rebut Greenland, Warga Arktik Pilih Tetap Bersama Denmark
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Daya Beli Tertekan, LPEM UI Sebut Konsumen Kini Lebih Pilih Mobil Bekas
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Itu Child Grooming? Modus, Dampak, dan Cara Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
AS Umumkan Dimulainya Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cuaca Ekstrem di Gunung Slamet, Evakuasi Jenazah Syafiq Ali Dilanjutkan Hari Ini
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.