Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi di Iran semakin ribut setelah mendengar satu ancaman dari Amerika Serikat.
Dilansir dari Jerusalem Post, Iran menutup wilayah udaranya setelah seorang pejabat militer Barat mengatakan sinyal menunjukkan serangan AS 'akan segera terjadi'.
Iran mengeluarkan NOTAM (Pemberitahuan kepada Penerbang) pada Rabu malam agar menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan.
Hal ini dilakukan setelah para pejabat militer Barat mengatakan tindakan militer AS di negara itu "sudah dekat."
Situs pelacak penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran dan Irak menjadi kosong dengan cepat sebelum NOTAM dikeluarkan. Peringatan tersebut berlaku selama sedikit lebih dari dua jam, menurut Flightradar24.
"Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS sudah dekat, tetapi begitulah cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang selalu waspada. Ketidakpastian adalah bagian dari strategi," kata seorang pejabat militer Barat kepada Reuters pada Rabu sore.
Baca Juga
- AS Tarik Sebagian Pasukan dari Pangkalan Militer, Invasi ke Iran Tunggu Waktu
- Sugiono Kawal Penculikan 3 WNI oleh Bajak Laut di Perairan Gabon dengan Kedutaan China
- Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Iranian Rial Nomor Berapa?
Sesaat sebelum NOTAM dikeluarkan, Presiden AS Trump mengadakan konferensi pers di mana ia mengatakan bahwa ia diberitahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti.
Ketika ditanya apakah AS masih mempertimbangkan tindakan militer, Trump menjawab, "Kita akan mengamati dan melihat bagaimana prosesnya."
Negara-negara asing mendorong warga negara mereka untuk meninggalkan IranKeributan berlanjut untuk warga negara asing yang sedang berada di Iran.
aik Polandia maupun Italia telah mendesak warga negara mereka untuk segera meninggalkan Iran.
Kedutaan Besar Inggris di Teheran telah ditutup sementara. Kurang dari 24 jam sebelumnya, AS juga telah mendesak warga negaranya untuk meninggalkan negara itu.
AS juga telah menarik personel militer dari Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar.
Sebelumnya pada hari Rabu, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran memperingatkan negara-negara di kawasan itu bahwa mereka akan menyerang pangkalan militer AS di negara-negara tersebut jika terjadi serangan AS.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474283/original/034228900_1768470967-IMG_8023.jpeg)

