Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Menko Airlangga optimistis target besar penanaman modal tahun lalu berhasil tercapai.
Pemerintah Indonesia dijadwalkan merilis laporan resmi realisasi investasi sepanjang tahun 2025 pada hari ini, Kamis 15 Januari 2026.
Data yang akan dipaparkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tersebut mencakup kinerja penanaman modal periode Januari-Desember serta capaian khusus pada kuartal keempat tahun lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keyakinannya bahwa total aliran modal yang masuk ke tanah air akan memenuhi target ambisius sebesar Rp 1.900 triliun.
Foto: Ilustrasi TVRINews.com By. FyOptimisme ini didasari oleh tren positif pertumbuhan ekonomi dan efektivitas kebijakan kemudahan berusaha.
"Kami memproyeksikan angka investasi sepanjang tahun 2025 mampu menyentuh kisaran Rp 1.900 triliun," ujar Airlangga dalam forum IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.
Konsistensi Pertumbuhan
Hingga akhir September 2025, catatan pemerintah menunjukkan performa yang solid dengan raihan Rp 1.434,3 triliun.
Angka tersebut setara dengan 75,3% dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Kepercayaan diri pemerintah juga berkaca pada keberhasilan tahun 2024, di mana realisasi investasi melonjak 20,8% secara tahunan mencapai Rp 1.714,2 triliun, atau melampaui target awal sebesar 103,9%.
Reformasi Birokrasi dan Satgas Strategis
Salah satu faktor kunci yang mendorong optimisme ini adalah peran Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Lembaga ini difokuskan untuk memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat implementasi proyek-proyek besar di lapangan.
Airlangga menekankan bahwa kehadiran task force tersebut sangat krusial dalam menyederhanakan proses bisnis dan menyelesaikan kendala operasional yang dihadapi para investor.
"Upaya ini bertujuan meningkatkan iklim investasi melalui percepatan program strategis. Kami berharap langkah ini dapat menghilangkan hambatan operasional bagi korporasi di Indonesia, sekaligus membuat pasar domestik semakin kompetitif bagi investor global," Tambahnya.
Editor: Redaktur TVRINews




