Harga Bitcoin mencapai US$ 97.641 atau Rp 1,65 miliar (kurs Rp 16.880 per US$) pada Rabu (14/1) malam. Analis memperkirakan harga kripto ini bisa mencapai US$ 100 ribu arau Rp 1,7 miliar.
Para analis memperkirakan penguatan harga Bitcoin didorong oleh lonjakan pembelian di pasar spot, bukan hanya spekulasi derivatif. Kenaikan ini memperpanjang reli Bitcoin sejak awal Januari dan mengonfirmasi terbentuknya struktur higher high, yang menunjukkan tren kenaikan masih berlanjut.
Sejumlah indikator on-chain menunjukkan reli Bitcoin kali ini memiliki fondasi yang relatif solid. Coinbase Premium Index tercatat mulai mengalami pemulihan setelah tekanan jual yang berlangsung sejak 6 Januari hingga akhir pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Coin Telegraph, Kamis (15/1).
Meski indeks itu masih berada di zona negatif, laju tekanan jual terlihat melambat. Hal ini mengindikasikan berkurangnya kepanikan dari investor berbasis di Amerika Serikat.
Jumlah Bitcoin yang masuk ke platform Coinbase dalam sepekan terakhir tercatat sekitar 2,5 kali lebih besar dari biasanya.
Pada periode sebelumnya, lonjakan seperti ini sering diikuti kenaikan harga. Kondisi itu umumnya terjadi karena investor menambah kepemilikan Bitcoin atau melakukan penyesuaian investasi, bukan karena aksi jual besar-besaran.
Dari pasar derivatif, analis kripto Amr Taha mencatat lonjakan tajam Binance net taker volume, dengan satu candle per jam sempat melampaui US$ 500 juta. Lonjakan ini menunjukkan adanya aksi beli agresif oleh pelaku pasar.
Peningkatan volume itu terjadi seiring dengan kenaikan open interest, yang sering beriringan dengan kelanjutan tren harga. Pola seperti ini sebelumnya sempat mendorong harga Bitcoin naik cepat hingga mendekati US$ 96 ribu.
Selain itu, biaya pendanaan perdagangan Bitcoin sempat turun ke level terendah sejak Oktober 2025. Artinya, banyak pelaku pasar memasang posisi harga turun dan berhati-hati menggunakan utang. Ketika biaya pendanaan kembali normal, harga Bitcoin justru naik tajam karena banyak pelaku pasar terpaksa menutup posisi jualnya.
Pelaku pasar saat ini menargetkan harga Bitcoin US$ 100 ribu sebagai level penting dalam waktu dekat. Jika harga mampu menembusnya, tekanan jual berikutnya diperkirakan muncul di kisaran US$ 103.300 hingga US$ 107.500.
Sementara itu, di rentang US$ 95.000 hingga US$ 103.300, hambatan kenaikan harga Bitcoin relatif kecil, sehingga peluang penguatan masih terbuka.


