Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.937 Triliun

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengumumkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.937 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp1.905 triliun.

Rosan menyatakan realisasi investasi 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.714,2 triliun.

“Nah tahun lalu kita ditargetkan sebetulnya Rp1.905 triliun, alhamdulillah kita mencapai Rp1.937 triliun dari realisasi investasi yang sudah diberikan di Indonesia,” kata Rosan, di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Rosan Ungkap 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp101 triliun Diresmikan Februari 2026

Ia menjelaskan, secara tahunan realisasi investasi 2025 tumbuh Rp222,8 triliun atau meningkat 12,9 persen dibandingkan capaian 2024. Peningkatan investasi tersebut, menurut Rosan, berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Rosan menyebut, sepanjang 2025 realisasi investasi mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja. Selain itu, investasi memberikan kontribusi sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jadi bukannya MoU kita masukin dalam realisasi investasi, tapi sudah terealisasi, mereka sudah spending, kita masukkan. Dan itu dampaknya, ke lapangan pekerjaannya itu 2,7 juta orang, dan itu menjadikan, yang saya sampaikan itu 28–29 persen kontribusi dari pertumbuhan (ekonomi)," ujarnya.

Rosan menegaskan bahwa angka realisasi investasi yang disampaikan berasal dari investasi yang benar-benar telah terealisasi, bukan sekadar komitmen atau nota kesepahaman. Dengan pendekatan tersebut, data investasi dinilai lebih mencerminkan aktivitas ekonomi riil.

Untuk tahun berikutnya, Rosan menyampaikan optimisme terhadap prospek investasi nasional. Ia mengungkapkan target investasi yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk periode selanjutnya berada di atas Rp2.100 triliun.

Baca Juga: Siasat Rosan Jaga Iklim Investasi Indonesia

Selain itu, Rosan menilai keberadaan Danantara Indonesia berperan dalam memperkuat kepercayaan investor. Melalui skema co-investment, pemerintah ikut menempatkan modal atau ekuitas pada proyek-proyek yang dinilai layak secara ekonomi.

“Kita sama-sama taruh equity-nya. Kita sama-sama taruh permodalannya. Sehingga mereka juga berpikir, kalau pemerintah saja yakin, ikut taruh modal, ya tentunya akan memberikan kepercayaan kepada mereka,” tuturnya.

Menurut Rosan, keterlibatan langsung pemerintah dalam pembiayaan proyek strategis diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus menjaga keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi Minta Polemik Permintaan Maaf Tak Diperdebatkan Usai Bertemu Eggi dan Damai Hari Lubis
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Wow! Dana Riset Naik 218 Persen, Pemerintah Guyur Insentif ke Peneliti
• 8 jam laludisway.id
thumb
Inilah Denza B5, PHEV Baru yang Bakal Masuk Indonesia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Karyawan Bandung Zoo Berharap Pemerintah Tak Ambil Opsi Tutup Kebun Binatang
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Penanganan Terpadu Polda NTT dalam Tragedi Kapal Wisata di Perairan Komodo
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.