FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan tentang kelayakan politik tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah yang digulingkan selama Revolusi Islam 1979.
Trump mengatakan, meskipun Pahlavi tampak sangat baik, namun tidak memiliki cukup dukungan di dalam Iran untuk mengambil alih kepemimpinan jika pemerintahan saat ini runtuh.
Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, Trump mengatakan bahwa ia belum mendukung individu mana pun untuk memimpin Iran, tetapi menyebut tokoh oposisi itu sangat baik. “Saya tidak tahu bagaimana ia akan berperan di negaranya sendiri,” tandas Trump.
“Saya tidak tahu apakah negaranya akan menerima kepemimpinannya atau tidak, dan tentu saja jika mereka menerimanya, itu akan baik-baik saja bagi saya,” tambahnya.
Jika kondisi tersebut terjadi, bagi Trump hal itu tentu saja menjadi periode yang sangat menarik bagi Iran.
Mengenai Iran, Trump mencatat bahwa rezim mana pun dapat gagal… apakah itu jatuh atau tidak, itu akan menjadi periode waktu yang menarik.
Pahlavi dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia dengan utusan Gedung Putih, Steve Witkoff pada akhir pekan untuk membahas protes Iran yang sedang berlangsung pada tahun 2026, menurut seorang pejabat senior AS kepada Axios. Ini menandai pertemuan tingkat tinggi pertama antara pemerintahan Trump dan oposisi Iran sejak demonstrasi dimulai lebih dari dua minggu lalu.
Pahlavi berusaha memposisikan dirinya sebagai pemimpin transisi jika pemerintah Iran saat ini runtuh. Axios melaporkan bahwa Pahlavi baru-baru ini muncul di televisi AS, menyerukan dukungan Amerika yang lebih kuat untuk para demonstran.
Pekan lalu, Trump mengatakan dia tidak berencana untuk bertemu dengan Pahlavi, yang telah hidup di pengasingan sejak sebelum Revolusi Islam 1979 dan memiliki sedikit dukungan terorganisir di dalam negeri. (fajar)


