Lubuk Basung (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyerahkan santunan uang duka sebesar Rp2,92 miliar untuk 195 orang meninggal kepada ahli waris korban bencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang, yang melanda daerah itu.
Penyerahan santunan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Agam Muhammad Iqbal, Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kemensos Hijrah Manfaluty, dan lainnya secara simbolis kepada ahli waris di aula kantor bupati setempat, Kamis.
"Kementerian menyalurkan santunan Rp2,92 miliar untuk 195 korban bencana. Penyerahan santunan tersebut secara simbolis kepada perwakilan ahli waris dengan dana Rp15 juta dan mereka juga mendapatkan paket bahan kebutuhan pokok," kata Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kemensos Hijrah Manfaluty di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan santunan tersebut diserahkan kepada 123 orang ahli waris korban yang telah ditetapkan oleh Bupati Agam.
Baca juga: Mensos: Pemerintah akan beri santunan untuk korban bencana Sumatera
Santunan yang disalurkan itu sebagai uang duka dari pemerintah dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban maupun warga yang terdampak bencana pada akhir November 2025 itu.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban korban dan warga terdampak bencana," katanya.
Ia menambahkan bantuan ini sebagai stimulus untuk dapat digunakan dalam berusaha dan kebutuhan lainnya. Selain itu masyarakat diminta terus meningkat kewaspadaan terhadap bencana alam.
Sebelumnya Kemensos juga menyerahkan beras reguler dan bahan kebutuhan pokok kepada korban terdampak bencana di Agam. Bahkan membuka dapur umum 10 unit guna memenuhi kebutuhan 31 ribu Kepala Keluarga (KK).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam Villa Erdi menambahkan 195 korban yang menerima santunan itu tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Palupuh, Lubuk Basung, Ampek Nagari, Malalak, dan Matur.
Baca juga: Pemkot Medan ajukan bantuan santunan korban jiwa ke Kemensos
"Sebanyak 195 korban meninggal dunia terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan banjir melanda daerah itu," katanya.
Ia mengatakan ahli waris penerima santunan merupakan keluarga sedarah dari 195 korban meninggal. Kemudian ada tujuh korban meninggal ditunda penyaluran bantuan untuk ahli waris karena data ahli waris tidak sedarah dengan korban, sehingga tidak bisa disalurkan.
Ahli waris yang menerima santunan tersebut setelah pendataan yang dilakukan Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam.Setelah data didapat, langsung diusulkan ke Kemensos melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.
Wabup Agam Muhammad Iqbal berterima kasih kepada Kemensos yang telah memberikan perhatian kepada korban bencana di Agam. "Saya berharap uang yang diterima ahli waris dapat digunakan sebaik-baiknya," kata Wabup Iqbal.
Baca juga: Kemensos: Bantuan di Sumatera berbasis asesmen demi tepat sasaran
Penyerahan santunan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Agam Muhammad Iqbal, Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kemensos Hijrah Manfaluty, dan lainnya secara simbolis kepada ahli waris di aula kantor bupati setempat, Kamis.
"Kementerian menyalurkan santunan Rp2,92 miliar untuk 195 korban bencana. Penyerahan santunan tersebut secara simbolis kepada perwakilan ahli waris dengan dana Rp15 juta dan mereka juga mendapatkan paket bahan kebutuhan pokok," kata Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kemensos Hijrah Manfaluty di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan santunan tersebut diserahkan kepada 123 orang ahli waris korban yang telah ditetapkan oleh Bupati Agam.
Baca juga: Mensos: Pemerintah akan beri santunan untuk korban bencana Sumatera
Santunan yang disalurkan itu sebagai uang duka dari pemerintah dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban maupun warga yang terdampak bencana pada akhir November 2025 itu.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban korban dan warga terdampak bencana," katanya.
Ia menambahkan bantuan ini sebagai stimulus untuk dapat digunakan dalam berusaha dan kebutuhan lainnya. Selain itu masyarakat diminta terus meningkat kewaspadaan terhadap bencana alam.
Sebelumnya Kemensos juga menyerahkan beras reguler dan bahan kebutuhan pokok kepada korban terdampak bencana di Agam. Bahkan membuka dapur umum 10 unit guna memenuhi kebutuhan 31 ribu Kepala Keluarga (KK).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam Villa Erdi menambahkan 195 korban yang menerima santunan itu tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Palupuh, Lubuk Basung, Ampek Nagari, Malalak, dan Matur.
Baca juga: Pemkot Medan ajukan bantuan santunan korban jiwa ke Kemensos
"Sebanyak 195 korban meninggal dunia terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan banjir melanda daerah itu," katanya.
Ia mengatakan ahli waris penerima santunan merupakan keluarga sedarah dari 195 korban meninggal. Kemudian ada tujuh korban meninggal ditunda penyaluran bantuan untuk ahli waris karena data ahli waris tidak sedarah dengan korban, sehingga tidak bisa disalurkan.
Ahli waris yang menerima santunan tersebut setelah pendataan yang dilakukan Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam.Setelah data didapat, langsung diusulkan ke Kemensos melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.
Wabup Agam Muhammad Iqbal berterima kasih kepada Kemensos yang telah memberikan perhatian kepada korban bencana di Agam. "Saya berharap uang yang diterima ahli waris dapat digunakan sebaik-baiknya," kata Wabup Iqbal.
Baca juga: Kemensos: Bantuan di Sumatera berbasis asesmen demi tepat sasaran



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)