Jakarta, tvOnenews.com - Suasana muram menyelimuti ruang ganti Real Madrid setelah kekalahan mengejutkan dari tim kasta kedua, Albacete, di ajang Copa del Rey. Hasil tersebut menjadi cerminan jelas betapa terpukulnya seluruh elemen klub ibu kota Spanyol itu.
Kekalahan ini datang hanya beberapa bulan setelah perubahan besar di kursi kepelatihan Real Madrid. Xabi Alonso resmi meninggalkan klub atas kesepakatan bersama usai tumbang 2-3 dari rival abadi, Barcelona, di final Piala Super Spanyol.
Manajemen Los Blancos kemudian menunjuk sosok yang tak asing bagi publik Santiago Bernabeu, Alvaro Arbeloa. Mantan bek kanan tersebut dipromosikan dari Castilla dan dipercaya memimpin tim utama di tengah situasi yang tidak mudah.
Namun, awal perjalanan Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid langsung diwarnai tekanan berat. Ia harus menyaksikan timnya tersingkir dari kompetisi piala domestik untuk kedua kalinya dalam hitungan hari setelah kalah dramatis 3-2 dari Albacete di babak 16 besar.
Keputusan Arbeloa merotasi skuad menjadi sorotan utama jelang laga tersebut. Sejumlah bintang seperti Kylian Mbappe, Rodrygo, Thibaut Courtois, dan Jude Bellingham diistirahatkan, langkah yang justru berujung petaka bagi Madrid.
Sepanjang pertandingan, Real Madrid tampil tidak stabil dan harus dua kali tertinggal. Gol penyeimbang di menit ke-91 sempat memberi harapan, tetapi semuanya sirna setelah Jefte Betancor mencetak gol penentu kemenangan Albacete di menit ke-94.
Lebih dari sekadar kekalahan, kondisi psikologis tim pascalaga menjadi perhatian serius. Jurnalis Spanyol Jose Luis Sanchez menggambarkan atmosfer ruang ganti Madrid sebagai “sebuah pemakaman sesungguhnya” saat berbicara di El Chiringuito.
Menurut laporan tersebut, tidak ada satu pun pemain yang berbicara setelah peluit akhir dibunyikan. Situasi itu memaksa Arbeloa mengambil peran aktif untuk menenangkan tim dan memotivasi mereka jelang laga La Liga melawan Levante.
Reaksi dingin dari para pemain senior memunculkan tanda tanya besar terkait dukungan mereka terhadap Arbeloa. Apalagi sebelumnya beredar kabar bahwa sejumlah pemain inti sempat bersitegang dengan pelatih terdahulu, Xabi Alonso.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arbeloa menunjukkan sikap ksatria dengan mengambil seluruh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kekalahan tersebut sepenuhnya berasal dari keputusan yang ia buat sebagai pelatih kepala.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468975/original/039991100_1768040283-malut.jpeg)

