Ungkap Hal Mengejutkan, Islah Bahrawi Sebut Ada Pihak yang Sengaja Rontokkan Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jaringan Moderat Islam, Islah Bahrawi menyebut ada pihak yang sengaja merontokkan eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Melalui kasus dugaan korupsi kuota haji.

Dia menuturkan, kasus itu bermula saat Indonesia mendapatkan tambahan kuota hahji 20.000 dari Arab Saudi. Melalui Muhammad bin Salman (MBS).

Sejak awal, Yaqut, kata Islah tak dilibatkan dalam proses pembahasan kuota haji tersebut. Itu teruungkap kala dia menemui Yahya.

Saat itu, Islah meminta agar kakaknya diberangkatkan haji. Namun Yaqut menolak dan memintanya mengikuti sistem.

“Kata Gus Yaqut begini ketika itu, bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000 dari Muhammad bin Salman (MBS). Tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu,” kata Islah dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (15/11/2026).

Pihak yang diajak, kata Islah, malah Menteri Pemuda dan Olahraga kala itu, Dito Ariotedjo, Menteru Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Belakangan, dugaan korupsi kuota haji mencuat. Yaqut menghadap ke Jokowi apakah menghadiri panggilan Panitia Khusus (Pansus) di DPR.

Namun Jokowi melarang, dan memintanya melakukan perjalanan dinas ke Eropa. Tujuannya agar masa kerja Pansus tersebut selesai.

Menurutnya, kasus kuota haji itu sejak awal menyasar kakak Gus Yaqut, yakni Ketua Umum PBNU, Gus Yahya. Karena dianggap tak bisa dikendalikan oleh lingkaran kekuasaan Jokowi.

“Ya karena Gus Yahya tidak bisa dikendalikan oleh gengnya Jokowi di PBNU. Sehingga dia harus dirontokkan,” ujar Islah.

Bahkan, kata Islah, Yahya sempat diancam.

“Ya kalau ingin adikmu selamat, ya kamu harus segera mundur.” Artinya ada tekanan, ada bargain (tawar-menawar) juga di situ. “Kalau kamu merelakan itu, ya ayo kita fight,” kata Islah menirukan perkataan Gus Yahya.

Menurut Islah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini telah menjadi alat kekuasaan.

“Apalagi Undang-Undang KPK sudah dirubah oleh Jokowi. Selesai. Sebelum Jokowi lengser, formatur, komisioner, dan semuanya sudah ditetapkan oleh Jokowi,” ucap Islah.
(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakarta Selatan dan Timur Dibayangi Hujan Lebat dan Angin Kencang Siang Ini, Cek Wilayah Terdampak!
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Pemprov Jateng Siapkan Peta Jalan Swasembada Pangan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Janjikan Bantuan, Uni Eropa Siap Bekingi Greenland Hadapi Invasi Trump
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Kalimat Sering Diucap Orang Manipulatif untuk Dapatkan Keinginannya Menurut Psikolog
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Link Live Streaming Como vs Milan di Serie A Besok Dini Hari
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.