Mendagri Soroti "Panic Buying" Saat Bencana Sumatera, Petik Pelajaran untuk Pemerintah

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera saat dilanda bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 lalu.

Menurut dia, kepanikan masyarakat dipicu oleh terganggunya akses logistik akibat longsor dan terputusnya jalur distribusi, terutama di daerah dataran tinggi seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues, Aceh.

"Ada beberapa daerah yang juga ada sungainya, itu terdampak banjir bandang dan itu menggerus pemukiman yang ada di kiri-kanannya. Seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues," kata Tito dalam rapat pemerintah terkait update penanganan pascabencana Sumatera, Kamis (15/1/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca juga: Mendagri Klaim Pemerintah Maksimal Tangani Bencana Sumatera, Presiden Berkali-kali ke Lokasi

"Sehingga terkurung. Nah terkurungnya ini membuat kemudian logistik berkurang. Maka terjadi timbul kepanikan publik masyarakat. Itu yang terjadi di Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Sibolga. Sehingga akhirnya mengakibatkan gangguan ekonomi. Kepanikan masyarakat, panic buying," ujar Tito.

Ia menuturkan, keterbatasan pasokan itu masyarakat berbondong-bondong membeli bahan pangan.

Menurut Tito, hal ini menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk ke depannya, terutama menjaga stok bahan pangan atau logistik.

"Ini jadi pelajaran juga bagi kita. Jadi daerah-daerah seperti ini, yang rawan terkunci, longsor dan lain-lain," ucap Tito.

Baca juga: Mendagri Tegaskan Bencana Sumatera Diperlakukan Seperti Bencana Nasional

Sebagai langkah antisipasi, Tito menyarankan agar para pemangku kepentingan seperti Menteri Pertanian, Badan Pangan Nasional hingga Bulog menyiapkan cadangan logistik jangka panjang di daerah rawan.

"Sebaiknya disiapkan stok pasokan di sana minimal 3 bulan," kata eks kapolri tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mencontohkan wilayah Nias yang secara langsung tidak terdampak kerusakan, namun sangat bergantung pada jalur logistik melalui Kota Sibolga yang terdampak bencana.

"Termasuk Nias. Nias itu enggak terdampak kerusakan, tapi pintu masuknya logistik adalah Kota Sibolga yang terdampak," kata Tito.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPOM Perintahkan Nestle Indonesia Setop Sementara Distribusi Susu Formula
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Indikasi Fraud dalam Kasus Dugaan Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia (DSI)
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Viral Mahasiswa PPDS Unsri Dibully Senior, Dipaksa Biayai Uang Semesteran hingga Makan Minum, Mendiktisaintek Angkat Bicara
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ternyata Ini 5 Sektor yang Jadi Incaran Asing di RI
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Banjir di Enam Kecamatan Lamongan Belum Surut, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.