CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Puing-puing bangunan yang menghitam masih terlihat berserakan di gang sempit Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujungpandang, Makassar.
Bau hangus sisa kebakaran menyengat hidung, bercampur debu material bangunan yang beterbangan, menciptakan kondisi tak ramah pernapasan, terutama bagi anak-anak. Meski sebagian puing telah diangkat, jejak musibah itu masih jelas terasa.
Setidaknya tujuh kepala keluarga (KK) korban kebakaran terpaksa mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal mereka.
Para pengungsi saat ini menempati sebuah ruko milik warga setempat yang lokasinya tidak jauh dari titik kebakaran.
Pantauan CelebesMedia.id di lokasi, Kamis (15/12), pengungsi didominasi oleh anak-anak, termasuk seorang bayi berusia empat bulan. Mereka tidur berjejeran di lantai dengan alas matras seadanya.
Salah satu korban kebakaran, Herman, menyampaikan bahwa secara umum kebutuhan dasar di lokasi pengungsian sudah terpenuhi. Namun, masih ada kebutuhan khusus anak-anak yang belum sepenuhnya tersedia.
“Dua hari ini di pengungsian, Alhamdulillah, bersabar saja. Sejauh ini di pengungsian karena kami punya bayi empat bulan, kebutuhannya minyak telon, minyak anginnya. Alat tidur, selimut, sudah aman. Sanitasi dan perlengkapan mandi pun juga aman,” ungkap Herman kepada CelebesMedia.id di lokasi.
Sementara itu, Ketua RT 003 RW 003 Kelurahan Bulogading, Junaeda, mengatakan sebagian anak pengungsi telah diliburkan sementara dari sekolah. Kebijakan tersebut diambil karena seluruh perlengkapan sekolah mereka ikut terbakar.
“Saya sudah tanyakan untuk sementara minta libur dulu karena baju-bajunya belum ada, buku-bukunya, terbakar semua. Jadi perlu bantuan juga,” beber Junaeda.
Selain keterbatasan perlengkapan, kondisi lingkungan pascakebakaran juga menjadi tantangan tersendiri.
Bau sisa pembakaran yang masih menyengat dinilai berpotensi mengganggu kesehatan pengungsi, khususnya anak-anak, yang setiap hari masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (13/1) siang tersebut melanda kawasan permukiman padat di gang sempit Kelurahan Bulogading. Tujuh unit rumah terdampak, dengan lima unit di antaranya hangus terbakar hingga rata dengan tanah karena mayoritas berbahan kayu. Total terdapat 13 KK yang terdampak dalam peristiwa ini.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, dan total kerugian juga belum dapat ditaksir
Laporan: Rifki




