Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengguncang dunia di awal 2026. Orang terkaya di dunia tersebut menjadi sorotan gara-gara layanan chatbot AI, Grok, yang dikembangkan perusahaan miliknya, xAI, digunakan untuk menciptakan konten seksual yang mengobjektifikasi perempuan dan anak-anak.
Beberapa negara mengambil tindakan tegas terkait konten seksual Grok yang beredar di platform X milik Musk. Inggris misalnya yang melancarkan penyelidikan terhadap X.
Bahkan, Indonesia dan Malaysia memutuskan untuk memblokir sementara fitur Grok. Malaysia juga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum, serta meminta penjelasan dari X.
Di tengah kemelut yang terjadi, Musk mengaku tak tahu apa-apa soal Grok yang menciptakan gambar visual seksual dari permintaan pengguna X. Padahal, fenomena ini sudah memakan banyak korban dan menjadi headline di berbagai media.
"Saya tidak tahu adanya gambar anak di bawah umur telanjang dihasilkan Grok. Benar-benar nol," kata Musk, dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2026).
- Trump Kasih Proyek Baru Buat Elon Musk Usai Dihujat Satu Dunia
- Elon Musk Sebut Menabung Buat Pensiun Tak Ada Gunanya, Ini Alasannya
Baik X dan xAI tidak menanggapi soal komentar Musk itu.
Sementara itu, Jaksa Agung California Rob Bonta menuntut jawaban xAI terkait masalah ini. Gubernur California Gavin Newsom juga meminta Bonta melakukan penyelidikan dan pertanggungjawaban xAI.
"Kami menuntut jawaban segera dari xAi mengenai rencana untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran konten," kata Bonta.
Fenomena itu membuat Grok mengubah gambar wanita dan anak-anak menjadi konten asusila. Gambar-gambar tersebut sempat memenuhi timeline pengguna X, termasuk di Indonesia.
Kemudian banyak negara mengkritik Grok dan xAI. Di Indonesia sendiri, Grok telah diblokir sementara sejak akhir pekan lalu.
Setelah fenomena menyebarnya gambar asusila dari Grok dan dikritisi banyak pemerintah dunia, xAI mengumumkan pembatasan pengeditan gambar. Pembatasan itu meluas dari sebelumnya hanya bisa diakses oleh pengguna berbayar saja.
"Kami menerapkan langkah-langkah teknologi mencegah Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan dengan pakaian terbuka seperti bikini," kata xAI dalam akun media sosial X.
"Pembatasan berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar," jelas perusahaan.
(fab/fab)



