Anggota DPR Desak InJourney Hentikan Branding Berlebihan di Bandara yang Kaburkan Identitas Pahlawan Nasional

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, mendesak perusahaan BUMN InJourney untuk tidak melakukan branding berlebihan di sejumlah bandara karena dianggap mengaburkan identitas asli bandara yang mengusung nama-nama pahlawan nasional.

Putra menyampaikan kritik tajam ini dalam rapat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama InJourney dan Kementerian Pariwisata di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis.

Branding Berlebihan Dinilai Abaikan Identitas Sejarah

Putra menyoroti kondisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menurutnya mengalami pengaburan identitas akibat dominasi tulisan "InJourney Airports" di berbagai sudut bandara.

"Seperti di Bandara Soekarno-Hatta ini, saya melihat banyak sekali tulisan InJourney Airports. Saya bahkan kesulitan mencari tulisan Bandara Soekarno-Hatta yang akhirnya saya dapati di tempat sampah terminal 3 gate 5," ungkapnya.

Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Putra menilai langkah InJourney ini mengabaikan nilai sejarah dari nama-nama bandara yang berasal dari tokoh-tokoh penting bangsa.

"Saya meminta agar InJourney Airports tidak mengaburkan identitas dari seluruh airport di Indonesia yang nama-namanya diambil dari nama pahlawan nasional kita," tegasnya.

Usulan Branding yang Tidak Hilangkan Nama Asli

Putra menyarankan agar InJourney tetap dapat melakukan branding, namun tidak menghilangkan nama asli bandara yang telah melekat dengan identitas pahlawan nasional.

Ia mengusulkan model branding seperti "Bandara International Soekarno Hatta managed by InJourney" atau "Operated by InJourney".

"Dengan model ini maka identitas bandara tidak dikaburkan atau bahkan dihilangkan," ia mengungkapkan.

Menurut Putra, nama-nama seperti Sam Ratulangi (Manado), Tjilik Riwut (Palangka Raya), Hang Nadim (Batam), dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu) adalah bagian penting dari sejarah bangsa yang patut dipertahankan.

Nama-nama tersebut, lanjutnya, bisa menjadi sarana edukatif yang menarik bagi generasi muda di ruang publik seperti bandara.

"Saya berkali-kali memanfaatkan momentum nama bandara ini untuk menjelaskan ke anak-anak tentang identitas para pahlawan nasional yang namanya dijadikan nama bandara. Jangan dong sekarang tulisan InJourney Airports jauh lebih banyak dari nama pahlawan nasional," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Hari Ini 15 Januari 2026: Produk Antam Makin Kinclong
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Penerbangan Internasional Perdana dari Bandara El Tari Kupang Dimulai Februari 2026, Gubernur NTT Pimpin Rapat Persiapan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Jenazah Pendaki di Gunung Slamet, Dilakukan Bertahap
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Adly Fairuz Dua Kali Mangkir Sidang Dugaan Penipuan Berkedok Penerimaan Akpol
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Libur Isra Miraj 2026, Arus Penumpang Kereta Api di Jakarta Melonjak dengan Yogyakarta Tujuan Favorit
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.