tvOnenews.com - Manchester United kembali berada di persimpangan penting. Penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hanya menjadi solusi darurat, sementara keputusan sesungguhnya akan ditentukan pada musim panas mendatang.
Dalam situasi krusial ini, legenda klub Gary Neville menegaskan bahwa United tidak boleh kembali mengambil risiko emosional atau keputusan setengah matang.
Neville secara terbuka menyebut tiga nama yang menurutnya paling layak menangani Manchester United: Carlo Ancelotti, Mauricio Pochettino, dan Thomas Tuchel.
Ketiganya dinilai memiliki kualitas elite yang selama ini gagal dihadirkan secara konsisten di Old Trafford, ketenangan, otoritas, serta pengalaman memenangkan trofi di level tertinggi.
“Mereka harus menghilangkan risiko sekarang. Siapa yang bisa menangani media, mengatur ruang ganti, dan berkomunikasi dengan pemilik?” kata Neville dalam podcast Stick to Football.
Carlo Ancelotti: Pengalaman, Stabilitas, dan Mental Juara
Carlo Ancelotti adalah simbol stabilitas dan kemenangan. Pelatih asal Italia itu merupakan satu-satunya manajer dalam sejarah yang mampu menjuarai Liga Champions sebanyak empat kali sebagai pelatih, bersama AC Milan dan Real Madrid.
Ia juga sukses meraih gelar liga di lima liga top Eropa: Serie A, Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Ligue 1.
Neville menilai Ancelotti sebagai figur paling aman untuk United saat ini.
“Saya menyebut Ancelotti karena usianya 66 tahun dan mungkin dia hanya punya satu pekerjaan lagi di level klub. Jika ada satu orang yang punya kesabaran, ketenangan, dan pengalaman di Premier League, itu adalah dia.”
Jika Ancelotti melatih Manchester United, klub berpotensi mendapatkan stabilitas instan. Ia dikenal mampu mengelola ego pemain bintang dan menciptakan harmoni ruang ganti dua hal yang kerap menjadi masalah di United.
Meski mungkin bukan proyek jangka panjang, Ancelotti bisa menjadi “arsitek pemulihan” yang mengembalikan identitas pemenang.
Mauricio Pochettino: Arsitek Proyek Jangka Panjang
Mauricio Pochettino menawarkan pendekatan berbeda. Ia dikenal sebagai pembangun tim, bukan sekadar pemburu hasil instan.
Prestasinya membawa Tottenham Hotspur ke final Liga Champions 2019 dan membangun fondasi kuat di PSG menunjukkan kemampuannya mengelola klub dengan tekanan besar.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474283/original/034228900_1768470967-IMG_8023.jpeg)
