Angkringan di Sleman Favorit Mahasiswa, Jual Nasi Sop Rp 3 Ribu-Gorengan Rp 500

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Hujan yang mengguyur wilayah Sleman sejak pagi tak menyurutkan datangnya pelanggan ke Angkringan Tentrem Kang Doel di Janti, Gang Sengon 9A, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (15/1).

Mereka datang untung mengisi perut yang mulai keroncongan. Di angkringan ini, salah satu menu favorit adalah nasi sop seharga Rp 3 ribu. Murah meriah.

Menu ini pula yang ditanyakan kebanyakan pelanggan hari ini. Namun sayang, menu tersebut sudah habis. Alternatifnya adalah nasi kucing yang masih tetap terjangkau harganya, Rp 1.500 per bungkus.

Angkringan ini milik Warsidi (48 tahun). Dia merintis usaha kuliner sejak muda yakni tahun 1994.

Harga makanan di angkringannya terkenal murah di bawah kebanyakan warung atau angkringan lain. Tak hanya makanan berat, gorengan Warsidi juga murah. Per bijinya Rp 500.

Sementara angkringan lain harga gorengan Rp 1.500 per biji. Paling murah Rp 1 ribu.

"Saya mulai jualan angkringan dari 1994. Mulai masak sendiri tahun 2000. Mau tidak mau karena persaingan kita harus tetap harga gorengan Rp 500 dan minuman-minuman itu Rp 2-3 ribu," kata Warsidi.

Di sesi wawancara ini, Warsidi menjawab setiap pertanyaan sembari menggoreng tempe.

"Walaupun untung sedikit, kita syukuri saja," katanya yang biasa menutup warung pukul 16.00 WIB.

Harga gorengan Rp 500 ini bertahan dari tahun 2000an. Sementara nasi sop saat itu Rp 2.000 dan sekarang Rp 3.000.

"Paling mahal gorengan yang titipan kaya sosis solo itu Rp 1.000. Kalau yang saya goreng sendiri semua Rp 500 baik tempe, pisang, ketela, bakwan, tahu," ujarnya.

Warsidi tidak menampik harga kebutuhan pokok termasuk bahan baku makanan tiap tahun selalu naik. Lalu bagaimana Warsidi tetap mempertahankan harga murah dan usahanya untung?

"Itu karena ketutup kaya (dari) minuman. Kalau goreng saja tidak akan tahan (tidak menguntungkan)," jelasnya.

Selain minuman keuntungan lain datang dari sate-satean seperti sate usus, sate jamur, sate telur, sate bakso yang juga dia bikin sendiri.

Nasi sop, nasi kucing, dan gorengan sengaja dibikin murah agar terjangkau. Dengan uang Rp 4 ribu pelanggan bisa kenyang dengan nasi sop dan dua gorengan.

"Nasi kan bisa minta lagi tambah jadi Rp 5 ribu. Kalau porsinya Rp 3 ribu," bebernya.

Bantu Mahasiswa

Di Janti yang tak jauh dari Jalan Solo-Yogya dikenal sebagai tempat tinggal mahasiswa. Banyak kampus yang berdiri di sekitar sini. Harga terjangkau angkringan Warsidi ini salah satunya untuk membantu para perantau yang menuntut ilmu.

"Banyak. Yang dulu kuliah pertama di sini dari 1994 sampai anak pun masih menikmati di sini," katanya.

Beberapa mahasiswa langganannya bernostalgia kembali ke angkringan bersama anak dan istri. Mereka napak tilas masa-masa masih mengemban ilmu di perguruan tinggi.

"Ada yang ke sini (napak tilas). Dari harga nasi Rp 100-150 waktu itu (tahun 1994)," katanya.

Saking larisnya nasi sop dan gorengan, Warsidi bahkan tak menghitung dalam sehari ada berapa porsi yang dia jual.

"Nasi susah (menghitungnya). Kalau sop biasanya satu soblok besar. Banyak sekali (piring) susah menghitungnya. Jam segini sudah habis ini," katanya.

Warsidi berniat akan mempertahankan harga murah. Meski dia tak tahu harga murah seperti ini bisa bertahan sampai kapan.

Kata Pelanggan

Salah seorang pelanggan Saiful mengatakan setiap pagi beli makanan di sini. Bahkan sore pun juga kerap ke sini. Dari dulu, angkringan ini memang terkenal murah.

"Apalagi penjualnya ramah-ramah," kata Saiful.

Dia mengatakan sudah jarang warung atau angkringan yang mempertahankan harga seperti ini. Sebagai contoh gorengan.

"Tempat lain satu biji seribu. Kadang Rp 5 ribu dapat empat," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Kripto Bitcoin Ngegas, Naik Sangat Tinggi
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Roy Suryo Bantah Kasus Ijazah Jokowi Sarat Muatan Politik, Singgung Hubungan dengan Demokrat
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Wapres Gibran Batal ke Yahukimo, Ini Kata Bupati Didimus Yahuli
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Ancam Kawal Tuntas Kasus Dugaan Penistaan Agama di Mens Rea, FPI Desak Pandji Pragiwaksono Tobat Nasuha dan Minta Maaf
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
DJP Bisa Sita dan Jual Saham Pengemplang Pajak di Pasar Modal
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.