JAKARTA, KOMPAS.com – Kanit Lintas Polsek Cengkareng, AKP Yeni meminta pengguna jalan tidak memberikan uang kepada pengatur lalu lintas liar atau "Pak Ogah".
Imbauan ini disampaikan menyusul viralnya di Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, sekelompok Pak Ogah disebut menutup jalan menggunakan rantai demi mendapatkan uang dari pengendara.
"Seluruh warga agar lebih waspada dan tidak memberikan uang atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada orang yang biasa dikenal sebagai Pak Ogah," kata Yeni saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: 3 Pak Ogah Pungli di Exit Tol Rawa Buaya Ditangkap, Ternyata Tak Tutup Jalan Pakai Rantai
Yeni menjelaskan, Pak Ogah adalah pihak yang mengatur arus lalu lintas tanpa kewenangan dan tanpa perlengkapan resmi dari instansi terkait.
"Keberadaan Pak Ogah di persimpangan, putaran balik, maupun di ruas jalan tertentu tidak dibenarkan secara hukum," ucap Yeni.
Menurut Yeni, kebiasaan pengendara memberikan uang receh justru melanggengkan keberadaan mereka di jalanan, sehingga masalah ini sulit diatasi.
"Menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan apabila terus diberi imbalan," ujarnya.
Selain itu, keberadaan pak ogah juga dinilai lebih banyak merugikan pengguna jalan.
"Karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan," kata dia.
Aktivitas mereka yang kerap memotong arus kendaraan secara sembarangan demi mendahulukan pemberi uang juga disebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Yeni pun meminta masyarakat untuk mematuhi aturan rambu lalu lintas dan arahan petugas resmi yang berseragam.
Jika di lokasi rawan macet tidak ditemukan petugas resmi, pengendara pun diminta untuk tidak mengandalkan jasa Pak Ogah.
"Apabila tidak ada petugas, diharapkan pengendara mengutamakan kesabaran, tertib berlalu lintas, dan saling menghormati antar sesama pengguna jalan," imbau Yeni.
Baca juga: Cegah Pak Ogah Beroperasi, Dishub dan Satpol PP Jaga Exit Tol Rawa Buaya
Menanggapi keluhan masyarakat terkait Pak Ogah yang kerap memaksa atau bertindak premanisme, polisi meminta warga untuk segera melapor.
"Apabila masyarakat menemukan adanya Pak Ogah yang meresahkan, memaksa meminta uang, atau berpotensi membahayakan keselamatan, segera laporkan kepada petugas kepolisian terdekat," jelas Yeni.
"Mari kita bersama-sama menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




