Kesenjangan Akses Internet di Bali, Begini Upaya Pemerataan di Pulau Dewata

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Bali, VIVA – Kesenjangan akses internet masih menjadi persoalan krusial di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Bali yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia. 

Di balik citra Bali sebagai pusat pariwisata internasional dengan fasilitas modern dan ekosistem digital yang berkembang pesat, terdapat realitas lain yang kerap luput dari sorotan, yakni keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah terpencil dan terisolasi secara geografis.

Baca Juga :
Rencanakan Jauh-jauh Hari, Ada Cara Berbeda Rayakan Imlek dengan Suasana Tropis di Bali
Ojol dan Pedagang Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Wilayah perkotaan dan kawasan wisata utama di Bali umumnya telah menikmati konektivitas internet yang cepat dan stabil. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, perbukitan, maupun kawasan dengan infrastruktur terbatas. 

Padahal, akses internet kini menjadi kebutuhan dasar yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan publik.

Akses terhadap internet berkualitas seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemerataan konektivitas digital merupakan fondasi penting untuk mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Bali.

“Kami melihat masih banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolir. Mconnect hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar masyarakat dapat menikmati manfaat transformasi digital secara merata,” ujar Direktur Utama PT Mediatama Internusa Persada, Ni Wayan Mari Asih.

Untuk menjawab tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, berbagai solusi konektivitas terus dikembangkan misalnya oleh Mconnect. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah pemanfaatan teknologi nirkabel melalui layanan Mconnect Wireless yang dirancang khusus untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilalui jaringan kabel konvensional, sehingga masyarakat di daerah terpencil tetap dapat terhubung dengan dunia digital.

Selain itu, Mconnect Fiber juga disiapkan untuk kawasan yang memungkinkan penggelaran jaringan fiber optic. Layanan ini menawarkan koneksi internet berkecepatan tinggi yang mendukung berbagai aktivitas digital, seperti browsing, streaming, hingga gaming, tanpa gangguan berarti. Kehadiran jaringan fiber optic diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan internet, khususnya di kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi.

Tak hanya itu, tersedia pula layanan Internet Residential & Corporate yang menyasar kebutuhan rumah tangga dan sektor bisnis. Dengan fleksibilitas bandwith sesuai kebutuhan pelanggan, layanan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas masyarakat serta memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di era digital.

Baca Juga :
Iran Gelap Internet, Trump Panggil Elon Musk untuk Kirim Starlink
8 Oleh-oleh Khas Bali Paling Dicari, dari Pie Susu hingga Cokelat Falala
Libur Nataru Diserbu, Internet Indonesia Tetap Ngebut

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demo Gunungan Sampah di Tangsel, Ketua BEM UMJ Bantah Isu Pemerasan | BERUT
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Menhaj Ingatkan Penyelenggaraan Haji 2026 Masih Hadapi Tantangan Besar
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Ribuan Buruh Geruduk Gedung DPR, Minta Revisi UMR Jakarta hingga Tolak Pilkada Dipilih DPRD
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Kota Surabaya 15 Januari 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Terkait Kebijakan Penugasan Energi Pertamina ke AS
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.