Senyum sumringah kembali terpancar dari wajah warga Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu dan Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Akses vital penghubung kedua desa yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang kini telah pulih total. Hal ini ditandai dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda (Jembatan Garuda II) yang dikerjakan secara gotong royong oleh prajurit TNI Kodim 0102/Pidie bersama Tim Vertical Rescue Indonesia.
Jembatan sepanjang 150 meter tersebut telah resmi dibuka untuk umum sejak Jumat, 9 Januari 2026 lalu dan langsung dipadati warga yang antusias menjajalnya.
Pangkas Jarak Putar 8 Kilometer
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Infanteri Abdul Hadi, menjelaskan bahwa kehadiran jembatan ini sangat strategis bagi denyut nadi ekonomi dan pendidikan warga setempat.
Sebelum jembatan ini rampung, warga terpaksa menempuh jalur memutar sejauh 8 kilometer untuk beraktivitas. Kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak yang hendak pergi ke sekolah maupun petani yang ingin mengangkut hasil panen ke pusat Kota Meureudu.
Baca juga:
Jembatan Bailey Wih Kanis Bener Meriah Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
"Pengerjaan dilakukan intensif siang dan malam oleh Satgas Gusbencal TNI dan Vertical Rescue demi mempercepat pemulihan akses masyarakat pascabencana. Alhamdulillah, kini isolasi antarwilayah sudah berakhir," ujar Letkol Abdul Hadi.
Untuk memastikan keamanan konstruksi sebelum digunakan massal, jembatan tersebut telah diuji coba langsung oleh para pejabat daerah.
Dandim 0102/Pidie didampingi Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dan Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, terlihat berjalan melintasi jembatan gantung tersebut sebagai simbol bahwa fasilitas publik ini aman dan siap digunakan.
Bupati Sibral Malasyi mengapresiasi gerak cepat TNI dan relawan Vertical Rescue. Ia berharap konektivitas yang kembali normal ini dapat mendongkrak kembali kesejahteraan masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana banjir.



